Kamis, 08 Juli 2010

Kelabu Hati Seorang Sahabat

nyaris terlewat
sesuatu yang tak henti merambat
bagai bantal berhias kawat
ku tinggalkan seorang sobat

tak ayal hati ku resah
bingung apa kah aku salah
tapi baik nya aku pasrah
sambil mereda semua desah

ku rajut asa yang telah kusut
sia sia kah aku sampai kalang kabut
bertingkah seperti pengecut
yang biasa hidup dengan para curut

Dikirim oleh : Inas Saharlina (http://lenterahati.web.id)

Senin, 05 Juli 2010

Untuk Bulat Duniamu..

Kau bilang duniamu itu bulat, persis seperti bola yang mudah menggelinding kesana kemari. Aku bilang duniaku bentuknya kotak persis seperti kubus yang hanya bisa diam di tempat mana dia diletakkan & hanya pindah ketika ada yang memindahkan. Kau menertawakanku terbahak-bahak, “Mana mungkin dunia itu kubus!”. Hei, tapi coba kau lihat, duniaku memang kubus. Lagi-lagi kau tertawa, bahkan kali ini lebih keras.


Aku termenung, mulai memikirkan. Kami sama-sama punya dunia. Tapi dunia kami bentuknya berbeda. Seringkali kami berbeda kata menyikapi hal-hal yang terjadi di dunia kami. Ah ya, baiklah.. mungkin karena aku belum sempat mengasah sudut-sudutnya, hingga nantinya tampak bulat seperti duniamu ya..


Kau hanya diam saat melihatku mengikir & mengasah sudut-sudut kubus duniaku. Ya, lihatlah, setidaknya aku mencoba membulatkan duniaku. Kupinta kau untuk melihat sejenak dunia yang ada di tanganku, menggunakan kacamataku. Dan kaupun mulai mengajariku mengasah sudut-sudut kubusku dalam kesabaran pangkat tujuh..


Ya.. aku tahu, akan butuh ribuan pangkat kesabaran dan tenaga yang besar untuk membuat duniaku sebulat duniamu. Namun toh, jika itu semua terlalu sulit & mahal bagimu, yang kupinta hanya satu.. sebuah pengertian..



* sebuah perenungan dari curhat seorang teman *



gambar pinjam dari sini

Jiwa Yang Terabai

Berdiri dia dalam diam
di sudut sebuah persimpangan..
Jalanan didepannya terpecah dalam satuan kilometer
yang panjang dan tak beraturan
Debu jalanan mengaburkannya
menjadi jalanan panjang tak berujung
dan kumparan yang terulur

Dimanakah sosok itu?
Meninggalkan sebuah hati yang bias dan tak jelas
Terabai bagai angin yang tak tergapai
Tercekik, mengejang..
Lalu melayang..

Akankah sosok itu akan hilang menembus labirin waktu yang berbeda?
Pelahan memasuki sekat ruang yang tak bisa dia ingat kalau dia pernah ada
Atau akankah hanya horizon sang waktu
yang mampu menjawab sebuah tanya?

puisi from yoan dita andini blog

Selasa, 25 Mei 2010


Tak ku sangka dirimu hadir di hidupku
Menyapaku dengan sentuhan kasihmu


Ku sesali cerita yang kini terjadi
Mengapa disaat ku telah berdua


Maafkan bila cintaku
Tak mungkin ku persembahkan seutuhnya
Maaf bila kau terluka
Karena ku jatuh di dua hati


Senin, 24 Mei 2010

Dengarlah sayangku
Janganlah kau bersedih lagi
Aku bisa mengerti mengapa
Kau memilih tuk tinggalkanku
Dan pergi dengannya

Jujurmu padaku
Sudah cukup bukti padaku
Kini ku bisa cari pacar
Yang sudah antri menungguku
Sedari dulu


Sesungguhnya hatiku
Ingin menahanmu
Kamu jangan pergi
Kamu jangan pergi
Sesungguhnya jiwaku bisa gila
Jika hidup tanpamu
Aku terlalu mencintaimu


Tertegun ku memandangmu
Saat kau tinggalkanku .. menangis
Bodohnya ku mangharapmu
Jelas sudah tak kau pedulikan cintaku

Mestinya telah kusadari
Betapa perih cinta tanpa balasmu
Harusnya tak ku paksakan
Bila akhirnya kan melukaiku


Mungkin ku tak akan bisa jadikan dirimu kekasih
Yang seutuhnya mencintaiku
Namun kurelakan diri
Jika hanya setengah hati
Kau sejukkan jiwa ini

Ku hanya terus berharap
Satu hari kau mampu .. sadari
Tiada yang pernah mengerti
Sepertiku setulus hati mencintaimu


seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi....


seandainya :)

Kelak Kau Kan Menjadi Hidupmu Sendiri Melukai Kenangan Yang Telah Kita Lalui Yang Tersisa Hanya aku Sendiri Di Sini Kau Akan Terbang Jauh Menembus Awan Memulai Kisah Baru Tanpa Diriku Seandainya Kau Tahu ku Tak Ingin Kau Pergi Meninggalkanku Sendiri Bersama Bayanganku Seandainya Kau Tahu aku Kan Selalu Cinta Jangan Kau Lupakan Kenangan Kita Selama Ini Kelak Kau Kan Menjadi Hidupmu Sendiri Melukai Kenangan Yang Telah Kita Lalui Yang Tersisa Hanya aku Sendiri Di Sini Kau Akan Terbang Jauh Menembus Awan Memulai Kisah Baru Tanpa Diriku Seandainya Kau Tahu ku Tak Ingin Kau Pergi Meninggalkanku Sendiri Bersama Bayanganku Seandainya Kau Tahu aku Kan Selalu Cinta Jangan Kau Lupakan Kenangan Kita Selama Ini Selama Ini Seandainya Kau Tahu ku Tak Ingin Kau Pergi Meninggalkanku Sendiri Bersama Bayanganku Seandainya Kau Tahu aku Kan Selalu Cinta Jangan Kau Lupakan Kenangan Kita Selama Ini




sandiwarakah selama ini
setelah sekian lama kita tlah bersama
inikah akhir cerita cinta
yang selalu aku banggakan di depan mereka

entah dimana kusembunyikan rasa malu

kini harus aku lewati
sepi hariku tanpa dirimu lagi
biarkan kini ku berdiri
melawan waktu tuk melupakanmu
walau pedih hati namun aku bertahan

entah dimana kusembunyikan rasa malu

kini harus aku lewati
sepi hariku tanpa dirimu lagi
biarkan kini ku berdiri
melawan waktu tuk melupakanmu
walau pedih hati namun aku bertahan




Senin, 17 Mei 2010
Jangan kau ganggu hidupku lagi
Sudah jelas ini yang kau mau
kau sakiti hati ini tuk kesekian kali memang ku cinta namun tak begini

*Dimana arti sebuah kesetiaan bila hanya dalam kata-kata
Ku coba untuk bertahan namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu sayangku

Terserah kali ini sungguh aku takkan peduli
Kutak sanggup lagi jalani cinta dengan mu
Biarkan ku sendiri tanpa bayang-bayang mu lagi
Kutak sanggup lagi
Mulai kini semua terserah



:)
letih aku bila menatap
segala kisah dalam dirimu
pengorbanan dan penantian
hanya terbuang dan sia-sia

* kau hempaskan tubuh ini
kau goreskan luka hati


takkan aku kenal lagi
tulus cinta yang kau beri
pergilah cintaku
lupakan dirinya

takkan aku ingat lagi
sakit hati yang kau beri
pergilah cintaku
biarkan berlalu


Selasa, 20 April 2010
aku tak mampu menyakitimu
aku tak sanggup untuk menduakanmu
aku tak mampu menyakitimu
aku tak sanggup untuk menduakanmu



ku tak mungkin mencintaimu
karena hatiku tlah dimiliki dia
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati
aku hanya ingin setia


aku hargai ketulusanmu
untuk cintamu tapi ku milik dia
ku tak mungkin mencintaimu
karena hatiku tlah dimiliki dia
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati

aku hanya ingin setia
ku tak mungkin mencintaimu
karena hatiku tlah dimiliki dia
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati
aku hanya ingin setia


ku tak mungkin mencintaimu
karena hatiku tlah dimiliki dia
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati
aku hanya ingin setia
aku hanya ingin setia

bila apa yg kupikirkan begitu mengganggumu
maka aku mungkin masih berarti bagimu
walau hanya sebagai orang
yang paling kau benci..

lukaku...
aku rindu kau
tapi lebih baik kusimpan dalam mimpi
karena lebih indah memandangmu dalam tidurku
tak jadi luka karena senyummu
tak jadi duka karena tatapmu

maaf, aku hapus namamu dari nyata duniaku
cuma mimpi
tak sakit hati!


i miss u

Aku ingin engkau ada disini
menemaniku saat sepi
menemaniku saat gundah
berat hidup ini tanpa dirimu
ku hanya mencintai kamu
ku hanya memiliki kamu
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati
meski tlah lama kita tak bertemu
ku slalu memimpikan kamu
ku tak bisa hidup tanpamu
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
ku tak bisa hidup tanpamu
aku rindu…

kireina kireina kireina




yoan hanya bisa diam
hatiku hancur...
hatiku rapuh...
hatiku perih...

seketika mereka berkata" kau selalu menjadi masalah dan selalu membuat masalah"
pada saat itu...
pada hari itu...
pada detik itu...
berlinang air mata ku jatuh tiada henti

aku tau aku hanyalah manusia biasa
aku hanyalah seorang manusia yang hanya bisa diam
dan hanya bisa memberontak dalam hati...
dan melampiaskan nya dengan cara menangis...

huft .
dasar cengeng :D

ia..
itulah aku :)

disini aku tidak akan menyalahkan siapa.siapa
ku anggap semua ini adalah kesalahan ku..
( walaupun aku tidak tahu apa sebenarnya salahku, sehingga mereka benci dengan ku )

aku hanya bisa berdoa kepada allah
dan hanya bisa bersabar
semoga kebenaran dapat terungkap.

amin :)

dan pasti ,
semua masalah itu ada jalan keluarnya
semua masalah itu pasti ada hikmahnya .

semua ini akan ku jadikan motivasi untuk menjadi yang lebih baik lagi :)

' SEMANGAT !!!'
''Yoan :)

yoan pasti bisa .

===========================================================================

aku tak tahu , mengapa mataku tiba2 terperanjat pada sebuah blog yang cukup mengesankan bagiku
mungkin memang isinya terlalu singkat
tapi ada sesuatu yang berbeda
semua seperti tantang hatinya
apakah ia ? aku juga tak tahu


http://yoansukapink.blogspot.com/2010/01/yoan-hanya-bisa-diam.html

Peterpan: "Musik Kami Memang Gelap"

Oleh: Andri Oktavia

Super band Peterpan punya cara lain memaknai lagu-lagunya. Diantaranya dengan membuat video klip lagu yang tampak adanya distorsi pada hubungan percintaan, hubungan personal terhadap Tuhan, dan sebagainya. Garapan video klip pada lagu Tak Ada Yang Abadi atau Bintang di Surga, bercerita tentang kisah sehari-hari di masyarakat, tetapi tampak ada unsur 'berdarah-darah'.

Apa yang dilakukan oleh Peterpan tersebut menggelitik Iwan Fals untuk menanyakannya langsung kepada Peterpan, salah satu band termahal di Indonesia saat ini, usai melakukan latihan bareng di studio Musica, Pancoran.

Iwan Fals (IF) : Kalau lihat video klip lagu-lagumu, kok kayaknya selalu gambarnya seperti keras-keras gitu? Ada M-16, ada yang mati tertabrak mobil, ada perempuan memecahkan sesuatu.
Aku mengkaitkan dengan keadaan yang sekarang. Dengan musik yang penuh distorsi, syair lagu dan melodi yang indah. Apakah itu dari sutradaranya, atau siapa?

Ariel : Ada yang dari sutradaranya, ada yang dari musisi. Memang mulai dari album "Bintang Di Surga", kita biasanya suka bicara dengan sutradaranya. Dan sebenarnya, sebelumnya pun begitu.
Video klip kita yang dibuat oleh Rizal Mantovani, lagu Bintang Di Surga, agak keras mungkin. Rizal memang mengusulkannya kepada kita seperti itu. Seru aja mungkin ya, ada 'tembak-tembakannya'. (kata Ariel mengutip Rizal).
Apalagi di lagu itu bagian belakangnya agak emosional, kayaknya seru, musiknya agak emosional, tetapi pengambilan gambarnya cenderung pelan. Sepertinya perpaduan itu bakal bagus.

IF : Apakah pada pembuatan video klip, Rizal juga melihat syairnya?


Ariel : Ya, hanya pada waktu itu Rizal kesulitan mengimplementasikan syairnya. Secara storytelling menurut Rizal memang sulit membuatnya. Video klip lagu itu sendiri, ceritanya tentang orang yang bicara pada Tuhan. Jadi akhirnya Rizal membuat yang tidak sesuai dengan lirik, namun sesuai dengan musiknya saja.

IF : Sebetulnya lagu itu sendiri bercerita tentang apa?

Ariel : Bintang Di Surga adalah personifikasi dari Tuhan, jadi seperti ngobrol dengan Tuhan. Lagu ini semacam renungan dan bisa berlaku pada siapapun.

IF : Lantas ada pilihan simbol seperti merampok bank?

Ariel : Merampok bank itu scene awalnya pelaku di video tampak menyesal kenapa dia merampok, saat itu dia juga kesal sudah terkepung di dalam bank. Tetapi ternyata, dia merampok karena satu hal yang tak terceritakan di dalam video klipnya, karena pacarnya perlu uang. Saat dia sudah tertembak, yang terakhir datang itu, pacarnya. Tetapi memang sepertinya agak kurang terceritakan di video klipnya.

IF : Oh, jadi Bintang Di Surga itu, si perampoknya merenung ke Tuhan dan menyesal melakukan perampokan itu?

Ariel : Ya...

IF: Berarti ide itu awalnya dari Ariel ?

Ariel : Nggak juga sih. Ide itu dari Rizal, yang hanya merespon musiknya saja.

IF : Lantas kenapa Peterpan bisa setuju?

Ariel : Kita sempat juga bicara panjang lebar. Lantas Rizal berargumen, kalau mau diceritakan tentang lagunya itu sendiri di klipnya susah sekali, jadi dia menangkapnya dari sisi musiknya.

IF : Apa Ariel cs memang selalu ingin lain sendiri membuat video klipnya ?

Ariel : Kita sih memang pengennya begitu...

IF : Masalahnya memang gambaran sekarang itu begitu. Ekspresi orang sudah begitu, kencang, hajar, tembak. Makanya begitu ya?

Ariel : Kayanya sih iya, Bintang Di Surga bisa terjadi kepada perampok atau orang lain.

IF : Itulah realita yang sekarang, kenyataan hidup. Oh ya, ada juga video klip Peterpan yang mengisahkan perempuan yang menembak dengan dinginnya. Bagaimana dengan lagu itu?

Ariel : Lagu itu berjudul Tiada Yang Abadi. Awalnya memang tentang kematian. Dan Dimas Jay (sutradara video klip Tak Ada Yang Abadi -red) juga mengatakan jika mau membuat klip sesuai storytelling agak susah juga. Sebaiknya dibuat berbeda, tidak menyesuaikan dengan storytelling-nya. Jay mungkin agak berbeda melihatnya.

IF : Kalau aku menyanyikan Tak Ada Yang Abadi, ya memang begitu...

Ariel : Itu mungkin salah satunya saja. Klipnya sendiri juga baru keluar. Bahkan pimpinan program acara di TV sempat ketar-ketir, mengatakan ini bisa atau tidak diputar. Tetapi akhirnya diputar juga.

IF : Aku perlu nanya ini, sebab Raya anakku kalau lagi di mobil sering putar klipmu terus. Aku penasaran, jika memang begitu tingkat kesadisannya disini, ya memang terwakili oleh klipnya. Lha wong sekarang copet juga dibakar, terus wanita yang meninggal di pos jaga ada. Ariel memang mewakili hal itu, termasuk distorsi cara membawakan lagunya. Kamu sadar nggak Riel, menyanyikan lagu-lagumu lewat cara distorsi?

Ariel : Oh nggak, kalau aku pertama kali bikin musik, lebih ke suramnya aja. Jadi ya seperti itu. Lantas waktu buat video klipnya, Jay ingin berbeda, itu saja sih mas.

IF : Tetapi soal kekerasan apa memang terekam juga? Atau mungkin masa-masa kecil? Aku gak tahu juga. Sehingga pilihan distorsi, gambar, dan lagu juga mengarah ke sana.

Ariel : Mungkin itu juga yang ditangkap para sutradara. Kalau masalah sisi gelap sih mungkin bawaan dari kecil kali ya. Ha ha ha... Mungkin sutradara menangkapnya dari musiknya yang gelap, sehingga dia membuatkan video klipnya seperti itu. Tidak semua idenya dari kita sih, kadang memang dari mereka sepenuhnya.






IF : Sementara kalau konsep musiknya bagaimana, apakah merupakan hasil rundingan dengan personil lain atau bagaimana?
Ariel : Kalau musik memang sedari dulu kita sudah ketemu, lantas otomatis. Bahkan semenjak mulai manggung di kafe, setiap personil memilih lagu masing-masing. Dan saat sedang pemilihan, sudah satu jalur. Jadi kadang-kadang kita nggak mesti ngobrol dulu, lantas semua berjalan begitu saja.
Aku bertemu dengan teman-teman ini ya teman sekolah. Uki teman SMP, sementara dengan Lukman bertemu di Warung. Lukman itu dulunya sering kongkow di warung.

IF : Oh jadi pilihan musik maupun lagunya memang lahir begitu saja ya?

Ariel : Ya, mungkin karena dari pertama kali kita bermusik memang suka ke sana, ditambah juga dasar masing-masing, termasuk pengalamannya masing-masing. Hasilnya mungkin ada yang anggap musik kita gelap. Kalau aku sih dari pertama kali suka musik, suka dengan Nirvana. Makanya lagu-lagu ku itu, ada sedih dan depresi.

IF : Tinggal dipertahankan saja, karena itu kan rejeki dari Allah. Apalagi musik mu cukup mewakili orang yang mengalami suasana itu, meski ada juga genre musik lain yang lebih gelap lagi.

Ariel : Aku juga baru nyadar sih, kalau masih di jalur pop biasanya memang yang manis-manis.

IF : Nggak juga, sih. Tapi apa memang rata-rata sekarang video klip seperti itu ?

Ariel : Nggak juga sih, Bang...
Tetapi memang keluarnya dari kita juga sih. Semenjak bikin video klip album kedua kadang kita suka bicara ke sutradara bikin video klip bagus seperti kelompok A, misalnya. Sehingga, mesti membuat yang lebih bagus lagi. Jadi, saat kita bikin video klip bertemu dengan sutradara yang sama, dia sudah siap dengan konsep yang lebih oke lagi. Dan tidak biasa tentunya.

IF : Tetapi Ariel cs juga memberi ide, kan?

Ariel : Kadang-kadang kita juga kasih masukan.

Lukman : Kalau musik sih sebetulnya karena aku sendiri memang sering mendengarkan musik dari Incubus yang nge-rock. Mereka band Amerika yang alirannya modern rock, karena diberi sentuhan biola, musik kita mungkin jadi rada serem. Lantas kita masukkan ornamen-ornamen musik masing-masing, lalu jadilah musik Peterpan.

Uki : Kita bahkan jarang demo, langsung rekam-rekam saja.

IF : Kadang kalau kita hubungkan dengan kondisi sekarang, musik kalian bisa diterima mungkin pas dengan situasinya. Apa kalian sadar atau tidak, apa hanya lahir begitu saja?

Ariel : Kalau Lukman sih memang dari kecil sering disiksa... Ha ha ha.

IF : Pernah ada tidak pertimbangan membuat video klip misalnya, ke kalangan anak-anak, mengingat Peterpan juga disukai oleh anak-anak?

Reza : Kalau masalah itu, yang menurut personil iwanfals.co.id rada sadis sepertinya tidak. Sebab, dia hanya potongan-potongan scene, seperti menembak, lantas peluru jatuh, orangnya mati, menurutku itu art.
Karena prosesnya singkat saja, tidak dieksploitasi kesadisannya. Sementara kalau di video klip yang terakhir, Tak Ada Yang Abadi, ada kesan emosional, namun lebih ke orangnya. Lantas di klip terakhir itu, ada scene orang berlagak gila atau sakit, psikopat, mayat-mayat yang bergelimpangan. Apalagi, di luar pun juga seperti itu saat ini.

IF : Sebetulnya saya juga tidak ingin membatasi para konsumen yang membeli kaset Peterpan saja. Sama sekali tidak. Justru 'keliaran-keliaran' itu mesti dikeluarkan. Hanya, kalau katanya lahir begitu saja, ini yang jadi pertanyaan.

Ariel : Apa mungkin kita bagian dari dunia stres itu? Korban atau bagian dari dunia yang sekarang ini... Ha ha ha. Jadi memang tergambarkan di musik.
Namun, aku tidak bilang bahwa musik ku dan video klip itu keras. Mungkin hanya mencekam saja. Karena scene-nya tiba-tiba saja, sementara Incubus, Nirvana, memang mempengaruhi musik-musik ku.

IF : Kebetulan anak ku almarhum Galang suka juga dengan Nirvana.

Uki : Kalau aku justru tumbuh dan dipengaruhi oleh musik dari Inggris, seperti Oasis, Sweet, dsb.

IF : Bagaimana dengan peran syair, hubungannya dengan musik. Bagaimana pengaruhnya ?

Ariel : Syair dan musik, biasanya timbul berbarengan.

IF : Cerita dong tentang pembuatan video klip lagu Bintang Di Surga...

Ariel : Lagu itu sebetulnya ide tentang rasa apabila seorang yang dekat meninggal dunia. Ini problem dari setiap orang.

IF : Iya sih, aku juga takut mati... He he he. Ke depannya bagaimana tema lagumu, Riel?

Ariel : Mungkin tema-temanya tetap akan sama. Kata orang sih, tema-tema gelap, itu sudah bawaan. He he he. Tetapi pengen juga coba tema lainnya, karena tema tentang kematian di lagu Tiada Yang Abadi itu juga kan baru sekarang kami buat.

Uki : Iya, habis masa kecilnya pada kurang bahagia sih... He he he.

IF : Pilihan nama Peterpan, itu cukup heroik, atau bagaimana?

Ariel : Peterpan itu tidak atau bukan hero sih. Seperti Cinderella, lebih ke dunia fantasi. Jujurnya, nama itu kita nggak ikut-ikutan bikin namanya.
Pada saat itu kita sedang konsentrasi bikin 100 lagu dalam satu minggu. Jadi boro-boro bisa pikirkan nama. Waktu itu yang bikin nama Andika.

IF : Filosofinya apa, nama Peterpan itu?

Ariel : Peterpan filosofinya adalah seorang anak yang memang tidak mau beranjak dewasa. Lantas dia bertemu dengan peri, akhirnya dibawa ke Neverland. Di Neverland itulah dia merasakan tidak pernah mengalami tua. Setiap kali dia bahagia, dia lantas bisa terbang. Kalau dia sedang sedih, kekuatannya hilang.

IF : Incubus itu bagaimana?

Lukman : Musiknya itu modern rock atau cenderung alternatif. Tema lagunya juga komplit, ada percintaan, keluarga, sosial, macam-macam.

IF : Tadi Ariel juga mengakui dan menyadari bahwa video klip yang dibuat cenderung gelap. Bagaimana dengan yang lainnya ?

Uki : Sadar sih aku, hanya masalahnya itu tidak dipandang gelap semua orang. Sepupuku malah menjadikan video klip itu sebagai hal untuk lucu-lucuan.

Reza : Seperti lagu Bintang Di Surga, orang banyak juga yang cenderung memperhatikan suasananya, teknis pembuatan video klipnya. Sementara pada klip Tak Ada Yang Abadi, aku sadarnya sih pas nontonnya bahwa video klipnya rada gelap juga. Bahkan Jay sendiri, sempat nggak pede untuk cerita.


Ariel bertanya kepada salah satu kreatif pembuat video klip : Video klip Tak Ada Yang Abadi, apakah ada scene yang disensornya ?

Kru : Itu belum disensor, Mas Ariel.

IF : Kalau menurut aku sih nggak masalah juga, karena itu mewakili banyak persoalan yang dialami oleh banyak orang. Sekarang kan perkembangannya sudah seperti itu. Hanya, berarti Peterpan juga mesti siap menjadi tokoh gelap atau depresi. Ha ha ha.
Bagaimana pendapat fans mu ?

Lukman : Wah pernah juga tuh ada yang bicara soal video klip. Menurutnya akting Peterpan cukup baik, kenapa tidak main film saja?
Mungkin kalau adegannya dibacok-bacok itu akan terlihat sadis. Mungkin karena menggunakan senjata api, makanya menurutku tidak sadis.

Reza : Kalau soal teknik-teknik darah berceceran atau muncrat, justru lebih terlihat di video klip Bintang Di Surga, ketimbang Tak Ada Yang Abadi.

IF : Jadi pilihan itu juga bukan dari Peterpan ?

Reza : Bukan. Seperti video klip lagu Bang Iwan yang berjudul Bukan Lelaki Pilihan, emosinya juga 'dapat'.

IF : Itu Jay juga sih yang membuatnya. Aku jadi sadari juga, dan suatu saat perlu dipertanyakan ke Jay, mengapa video klipnya banyak yang rada-rada keras scene-nya. Ha ha ha.

Uki : Jangan-jangan Jay juga suka disiksa, saat masih kecil... Ha ha ha.

Ariel : Kalau visual sudah ide dari sutradaranya. Lantas bagaimana dengan musik kita nih Bang, apa lagu kita juga tertangkapnya hampir mirip dengan video klip?

IF : Ya kalau aku main bareng sama band mu, aku terkadang melihat juga gejala distorsi disitu. Terutama dari olahan musiknya, juga caramu bernyanyi, mulutmu tidak sepenuhnya terbuka dalam bernyanyi, sepertinya juga mengajak ke situ (suasana gelap). Berbeda dengan seriosa.
Tetapi ya tidak usah takut, selama itu bisa dikelola malah bagus. Apalagi musikmu memang mewakili kondisi sekarang yang keras, resah, dan depresi.

Ariel : Wah, ini sih gara-gara Kurt Cobain.. Ha ha ha. Dan terlebih band kita lahir di era reformasi. Itu juga mungkin berpengaruh.

PERBINCANGAN YANG MENG ASYIKAN

Berhenti Berlari Sejenak

Aku ingin berhenti sejenak dari perjalanan yang membuatku berlari lebih cepat dari biasanya. Aku ingin berhenti sejenak untuk sekedar menjernihkan pikiran dan menyambung urat-urat putus. Semakin lama, perjalanan ini semakin membuatku berpikir bahwa jalan yang akan kutempuh semakin terjal dan berduri. Rasa-rasanya, ingin kuhentikan semua ini agar bisa bebas menjadi diriku sendiri. Dengan begitu tampaknya aku akan lebih nyaman mengarungi hidup. Ini bukannya bersikap pengecut, melainkan tahu jalan mana yang terbaik untuk diriku. Ah, bukannya sering kukatakan pada diriku sendiri dan teman-temanku, “Selama kau berjalan di atas jalan yang benar, jangan pernah takut, jangan pernah ragu.”