Kamis, 08 Juli 2010

Arti Warna dan Penempatannya

Warna pakaian yang Anda pilih ternyata menyampaikan pesan pada orang di sekeliling. Pesan itu bisa berarti menyejukkan, menggoda, gembira, atau menakutkan. Beberapa contoh psikologi warna dalam kehidupan sehari-hari misalnya, petugas keamanan yang memakai warna biru tua menyampaikan pesan berwibawa dan berkuasa, juru rawat yang memakai seragam warna hijau pupus menyiratkan kesan tenang dan damai.

Leatrice Eisman, seorang konsultan warna dan penulis buku More Alive With Color, memberi arti dari warna-warna favorit Anda.

Biru
Arti: kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.
"Biru memiliki arti stabil karena itu adalah warna langit," kata Eisman. Meski langit kelabu dan akan hujan, kita tahu di atas awan-awan itu warna langit tetaplah biru.

Kapan dipakai: Biru tua lebih cocok untuk acara formal atau seragam, sementara biru muda untuk yang sifatnya non formal. "Untuk memberi kesan humor dan kreatifitas, cobalah campuran warna biru dan ungu," kata Eisman.

Keabu-abuan
Arti: Serius, bisa diandalkan dan stabil
Warna abu-abu adalah warna alam. Di luar sana warna abu-abu merupakan warna yang permanen, misalnya batu atau karang.

Kapan dipakai: "Abu-abu adalah warna yang kuat dan praktikal," kata Eisman. Saat wawancara kerja, pilih busana warna ini untuk menunjukkan Anda orang yang bertanggung jawab. Tapi bila warna ini dipakai dari atas hingga ke bawah Anda akan dianggap orang yang membosankan. Beri sentuhan warna lain, misalnya atasan bercorak, sepatu cantik, atau anting-anting yang manis.

Merah muda
Arti: Cinta, kasih sayang, kelembutan, feminin
Warna yang disukai banyak wanita ini menyiratkan sesuatu yang lembut dan menenangkan, tapi kurang bersemangat dan membuat energi melemah.

Kapan dipakai: Bila ingin memberi kesan lebih sensual, jangan gunakan warna ini, kata Eisman. Warna pink yang lembut cocok untuk acara kencan yang romantis, bukan menggairahkan.

Merah
Arti: Kuat, berani, percaya diri, gairah
Merah adalah warna yang punya banyak arti, mulai dari cinta yang menggairahkan hingga kekerasan perang. Warna ini tak cuma memengaruhi psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan menatap warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita bernapas lebih cepat.

Kapan dipakai: Ini adalah warna yang dinamis dan dramatis. Bila dipakai dalam dunia profesional memiliki kesan yang sangat kuat. Tapi jangan gunakan baju merah saat wawancara kerja. "Warna ini bisa menimbulkan konflik saat negosiasi," kata Eisman. Kenakan warna merah hanya sebagai aksen, misalnya kamisol merah yang dipadankan dengan blazer abu-abu.

Kuning
Arti: Muda, gembira, imajinasi
Warna kuning akan meningkatkan konsentrasi, itu sebabnya warna ini dipakai untuk kertas legal atau post it. Kuning juga merupakan warna persahabatan. Jadi Anda sudah bisa menebak jika si dia memberi mawar kuning saat Valentine.

Kapan dipakai: Banyak orang yang kurang pede memakai warna ini karena takut terlihat mencolok. Padahal warna kuning hadir dalam berbagai variasi, mulai dari pastel hingga kuning cerah. Bila Anda tak nyaman dengan busana warna ini, padankan dengan sesuatu yang Anda sukai, misalnya tas bunga-bunga warna kuning.

Hitam
Arti: Elegan, kuat, sophisticated
Hitam punya reputasi buruk. Warna ini dipakai oleh para penjahat di komik atau film. Hitam juga melambangkan duka dan murung. Tapi, hitam juga punya sisi lain, misalnya saja untuk menyatakan sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap sebagai warna yang melangsingkan.

Kapan dipakai: Khawatir Anda akan memakai gaun dengan warna sama dalam pesta? Tambahkan sedikit keceriaan, misalnya gunakan perona mata cerah, kalung bebatuan, cat kuku warna merah, atau stiletto warna silver. Warna hitam mudah dipadukan dengan aksesori jenis apa pun.

Hijau
Arti: Kesejukan, keberuntungan, dan kesehatan.
Hijau melambangkan alam, kehidupan, dan simbol fertilitas. Para pengantin di abad 15 menggunakan gaun pengantin berwarna hijau.

Kapan dipakai: Warna hijau cocok dipakai untuk sore hari. Sedangkan hijau pastel cocok untuk siang hari.rna

Suanggi

Suanggi: "Album 11-20-2008 (5:08:04)"

cemburu by iwan fals

Setiap orang berharap hidupnya lebih baik

Dari hari ke hari dari waktu ke waktu

Setiap orang tak ingin hidupnya menderita

Tentu saja ingin bahagia

Tak ingin terhina



Tapi mengapa, begitu banyak yang tak baik

Hidupnya susah
Terlunta-lunta jiwa dan raganya




Ada kamu yang mengatur ini semua

Tapi rasa percuma


Ada juga yang janjikan indahnya surga

Tapi neraka terasa


Ingin bersyukur tapi tak semudah tutur

Sanggup jalani hidup yang terasa hanya kewajiban saja


Cemburu pada samudera yang menempuh segala

Cemburu pada sang ombak yang selalu bergerak


Di meja judi mempertaruhkan sepenggal waktu

Setengah mabuk mencoba mensuri nasib

Sebentar menang sebnetar kalah itulah gelombang hidup

Disisa hidup agar tetap hidup

Tapi mengapa, semua seperti mimpi

Tak ada yang abadi

Kapal ini pun akhirnya berhenti di dermaga sepi





Pas pertama kali dengar waktu itu ada pengamen yang nyanyiin di bus yg saya tumpangi.. saya pikir syairnya keren (ya iyalah…. iwan fals gitu lo..).. terutama pas bagian ini :


Cemburu pada samudera yang menempuh segala

Cemburu pada sang ombak yang selalu bergerak

saya
pikir, rasa cemburu yang positif itu perlu dalam hidup kita. Cemburu
pada orang lain yang bersemangat menggapai mimpinya atau cemburu pada
mereka yang ibadahnya sangat bagus, atau memupuk rasa cemburu pada
orang-orang yang tetap setia dengan idealismenya…

Seperti kata
om iwan, samudera rela menempuh apa saja…. ombak aja gak pernah capek
bergerak.. kenapa kita sering merasa lelah hanya karena hambatan kecil
saja?

**asal jangan cemburu buta aja kali ya..

akhir kelabu

Kehidupan yang dulu kelabu
Tertutup kelam tebalnya debu
Kini telah sirna semua lamunan
Telah ku ganti dengan senyuman
Kehidupan yang dulu hitam kelam
Telah ku kubur dan ku pendam
Yang kini ku simpan dalam hatiku
Hanyalah sinar putih bagaikan salju
Kini kudirikan hati yang tegar
Seteguh batu karang
Yang cantik bagaikan mawar
Dan takan jatuh di medan perang
Takan lemah dan terpedanya
Ku akan terbang jauh melayang
Menggapai mimpi yang ku angankan
Menjadi insan yang di banggakan

Kelabu

Serasa semuanya menjadi kelabu saja.
Hanya rasa sedih dan buncahan kecewa di dada.
Ingin menaruh dendam, tapi pada siapa?
Terpikir untuk marah, tapi untuk apa?
Karena ini memang kenyataan yang ada.

Tetap bertahan disini rasanya menjadi begitu sulit.
Satu persatu kekuatan kaki untuk berdiri tergoyahkan.
Ingin berteriak dan melawan, tapi tiada daya untuk itu.

Menjadi bukan siapa-siapa memang sulit.
Kuatkan..kuatkan..kuatkan Ya Allah…

————
untuk kamu : tetap jadi anak kecil yg baik dan manis sajalah..

Indahnya Kematian by Kahlil Gibran

Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.
Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku..

~ Khalil Gibran~

Sahabatku di Malam Kelabu

Dalam peluk dekap lamunku
terbuai hanyut ku dalam kabut lalu
Lewati dimensi ruang dan waktu
kembali ke masa dulu

....
Sembilan tahun lewat sapaku....
Hadirmu dalam gubukku
Sambutku sahabatku....
Kau bawa diam seribu bisu
lidahmu kelu tahan perih kecamuk hatimu..

Kutahu tapi kutergugu
Sepatah ucap kutunggu terburu-buru
Tersungging senyum menahan tangismu
Kau ragu... dan gagu...

Kawan ada apa denganmu???
Segaris tipis senyum getir tersungging untukku
Seribu misteri berarak dalam pikirku

Hatiku tahu tapi tercekat membisu..
Hey kawan....
Sedihmu tulari getirku...
Tawamu adalah ceriaku...

Dan...
Ucapmu mendesah pelan ragu-ragu
Ku jengukkan telinga tuk tangkap suaramu
Antarku ke tukan jahit baju...ujarmu
Tuk jemput Jasku yang kupesan pekan lalu...

Kubercanda menggodamu....
Dugaku...prasangkaku....
Jangan...jangan kau mau tempuh hidup baru...
Tanggap sepi lempar cakapku
Seribu bisu dalam bibirmu....
Paling muka sembunyikan air matamu....

....
Malam terasa panjang tanpa batas waktu
Sisakan segudang tanyaku dalam pikirku
Hingga pergimu tinggalkanmalam kelabu

Sekian masa telah berlalu
Tersadar ku maksud hadirmu malam itu
Kau bissikkan kata-kata dalam kalbu...
Tapi ku tak mendengarmu...
Ku tuli tanpa mengerti dan mendengar jeritanmu...

Di belia muda usiamu....
Itulah hari penentuanmu...
Jelang perkawinan...yang tak ada dalam benakmu....
Terbungkus rahasia pesta untuk anak SMU...
Buah jejak langkah yang keliru

Di malam kelabu itu...
Arti hadirmu padaku...
Mohonkan doa restuku...
Sahabat...saudara.... tercintmu...
Ucapkan perpisahan tanpa kata-kata dari bibirmu...
Hari perkabungan tuk masa mudamu...

Bagaimanapun kau tetap sahabat sejatiku...

(http://www.kemudian.com)