Senin, 21 Maret 2011

INSIDENT 6 MEI 2009


Persebaya Kalah, Bonek Bikin Onar



Rabu, 06 Mei 2009 | 21:32 WIB



TEMPO Interaktif, Gresik: Ribuan suporter fanatik Persebaya Surabaya menyulut kerusuhan seusai klub yang didukungya kalah 2-1 dari tuan rumah Gresik United pada lanjutan Divisi Utama di Stadion Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Rabu (6/5) petang. Bonekmania, julukan pendukung Persebaya mereka, mengamuk dan melakukan perusakan di jalan-jalan sekitar stadion yang dilalui kembali ke Surabaya.



Tanda-tanda ulah Bonekmania sudah terlihat saat Persebaya tertinggal 1 - 0 lewat gol Jajang Paliamah di menit ke-59. Sejumlah suporter melompati pagar pembatas dan masuk area lapangan pertandingan pada pertengahan babak kedua. Suporter yang ada di tribun penonton juga melakukan aksi lempar botol air mineral sehingga pertandingan sempat terhenti 11 menit.

Aksi itu dilakukan suporter karena kecewa dengan kepemimpinan wasit Iwan Sukoco dari Malang yang dinilai sering merugikan Persebaya. Bahkan ada suporter yang menghampiri asisten wasit dan mendorongnya. Ratusan aparat kepolisian yang menjaga jalannya pertandingan segera mengambil tindakan dengan menghalau suporter ke luar lapangan. Pertandingan yang sempat terhenti dilanjutkan kembali.



Pada menit ke-80, Gresik United kembali menambah keunggulan melalui pemain belakangnya Bernard Mamadou. Tiga menit berselang, Persebaya memperkecil ketinggalan lewat Roger Batoum. Persebaya gagal menyamakan kedudukan hingga babak kedua berakhir.




Kekalahan itu ternyata tidak bisa diterima ribuan Bonekmania yang awalnya memenuhi Stadion Tri Dharma. Setelah ke luar dari stadion, mereka melakukan ulah tidak simpatik dengan merusak sejumlah fasilitas di sekitar stadion dan jalan-jalan protokol. Toko-toko dan pompa bensin banyak yang tutup untuk menghindari kemungkinan terjadinya aksi anarkis yang lebih parah.

Polisi Gresik Tahan Bonek


Gresik (ANTARA News) - Polsek Kebomas, Gresik, Jatim, menahan seorang suporter Persebaya Surabaya, Welly, menyusul peristiwa perusakan sejumlah rumah warga dan fasilitas rambu lalu lintas serta pot bunga di sepanjang Jalan Kartini Gresik, Rabu malam.



Welly, warga Sidotopo Kidul Surabaya, diduga sebagai salah satu pelaku penjarahan sejumlah toko di Gresik, usai Persebaya kalah 1-2 dari Gresik United dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama.



"Selain Welly, tiga suporter lainnya kami masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Kapolsek Kebomas, AKP Agus Setyo Basuki.



Ia mengaku sudah mengantongi nama dan alamat ketiga tersangka yang masih menjadi DPO. Mereka adalah Ahmad Rusdi dan Kiki, warga Sidodadi Gang X No 8 Surabaya serta Mulyono, warga Kamal, Madura.



Kapolsek juga mengaku belum mengetahui pelaku perusakan sejumlah rumah warga yang menyebabkan kaca rumah pecah dan hancurnya beberapa rambu lalu lintas serta pot bunga milik Dinas PU Kabupaten Gresik.



"Info yang kami terima, yang merusak adalah suporter. Kami belum bisa mengetahui pelaku, karena banyaknya jumlah bonek," katanya.



Sampai saat ini Kepolisian Resor Gresik terus menyiagakan personelnya di sepanjang ruas Jalan Kartini.

Kepala Bagian Operasional Polres Gresik, Komisaris Polisi Sudarmo, Rabu, mengatakan belum adanya penarikan pasukan ini untuk berjaga-jaga.

"Beberapa pasukan masih terus kami siagakan di sepanjang perempatan jalan, mulai jalan Kartini, perempatan Jalan Veteran, hingga perbatasan Surabaya-Gresik," katanya.

Tak hanya merusak, bonek juga menjarah sejumlah pertokoan. Bahkan, salah satu wartawan media cetak, Fatkul Alami sempat menjadi korban amuk para bonek. Akibatnya, ia harus dirawat di ruang UGD rumah sakit, karena luka.(*)

Laga Sepakbola di Jatim Bisa Dilarang

Laga Sepakbola di Jatim Bisa Dilarang Pasca kerusuhan penonton dalam pertandingan sepakbola antara Persebaya Surabaya dan Gresik United di Stadion Petrokimia Gresik, Rabu (6/5/2009), polisi mempertimbangkan untuk melarang pertandingan sepakbola di Jawa Timur.

"Kerusuhan kemarin itu sangat memprihatinkan. Kami mempertimbangkan untuk melarang karena dikhawatirkan dapat mengganggu kamtibmas menjelang pemilihan presiden," kata Rata Tengah
Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Bachrul Alam di Surabaya, Jumat (8/5/2009).

Tapi, Anton menambahkan, rencana ini masih belum final karena masih harus dipertimbangkan secara matang untung ruginya jika pelarangan diterapkan.

Seperti diketahui, pada pertandingan Persebaya vs Gresik United, ratusan bonek ngamuk gara-gara kepemimpinan wasit yang dianggap tidak fair.

Para bonek yang kecewa dengan kepemimpinan wasit ngamuk dengan memecahi pot-pot di sepanjang jalan di Kota Gresik dan meumbangkan rambu-rambu lalu-lintas. Selain itu, beberapa warung dan juga kaca mobil ikut menjadi sasaran pengerusakkan

bonek JANCOK

istilah Bonek, akronim bahasa Jawa dari Bondho Nekat (modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan Persebaya Surabaya, walaupun ada nama kelompok resmi pendukung kesebelasan ini yaitu Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Di persepak bolaan Indonesia, bonek banyak digambarkan sebagai pendukung yang sering membuat kerusuhan, dari mulai tidak membayar tiket kereta api, sampai bentrok dengan aparat keamanan dan pendukung kesebelasan lawan.



Istilah bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989,[rujukan?] untuk menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek adalah suporter pertama di Indonesia yang mentradisikan away supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertandang ke kota lain) seperti di Eropa.[rujukan?] Dalam perkembangannya, ternyata away supporters juga diiringi aksi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadi radikal dan anarkis. Jika mengacu tahun 1988, saat 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya - Persija, tidak ada kerusuhan apapun.
Secara tradisional, Bonek memiliki lawan-lawan, sebagaimana layaknya suporter di luar negeri. Saat era perserikatan, lawan tradisional Bonek adalah suporter PSIS Semarang dan Bobotoh Bandung. Di era Liga Indonesia, lawan tradisional itu adalah Aremania Malang, The Jak suporter Persija, dan Macz Man fans PSM Makassar. Di era Ligina, Bonek justru bisa berdamai dengan Bobotoh Persib Bandung dan Suporter PSIS Semarang.

Beberapa peristiwa kekacauan yang disebabkan "Bonek mania" antara lain adalah kerusuhan pada pertandingan Copa Dji Sam Soe antara Persebaya Surabaya melawan Arema Malang pada 4 September 2006 di Stadion 10 November, Tambaksari, Surabaya. Selain menghancurkan kaca-kaca di dalam stadion, para pendukung Persebaya ini juga membakar sejumlah mobil yang berada di luar stadion antara lain mobil stasiun televisi milik ANTV, mobil milik Telkom, sebuah mobil milik TNI Angkatan Laut, sebuah ambulans dan sebuah mobil umum. Sementara puluhan mobil lainnya rusak berat. Atas kejadian ini Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman (sebelum banding) dilarang bertanding di Jawa Timur selama setahun kepada Persebaya, kemudian larangan memasuki stadion manapun di seluruh Indonesia kepada para bonek selama tiga tahun.

Sekitar Agustus 2006, bonek dijatuhi sanksi lima kali tidak boleh mendampingi timnya saat pertandingan away menyusul ulah mereka yang memasuki lapangan pertandingan sewaktu Persebaya menghadapi Persis Solo di final divisi satu. Ironisnya, tahun 2005, Persebaya justru rela dihukum terdegradasi ke divisi satu gara-gara mundur di babak 8 besar. Pihak klub beralasan untuk melindungi bonek agar tidak disakiti.



Namun tidak selalu Bonek bertindak anarkis ketika kesebelasan Persebaya kalah. Tahun 1995, saat Ligina II, Persebaya dikalahkan Putra Samarinda 0 - 3 di Gelora 10 November. Tapi tidak ada amuk Bonek sama sekali. Para Bonek hanya mengeluarkan yel-yel umpatan yang menginginkan pelatih Persebaya mundur.

Saat masih di Divisi I, Persebaya pernah ditekuk PSIM 1 - 2 di kandang sendiri. Saat itu juga tidak ada aksi kerusuhan. Padahal, jika menengok fakta sejarah, hubungan suporter Persebaya dengan PSIM sempat buruk, menyusul meninggalnya salah satu suporter Persebaya dalam kerusuhan di kala perserikatan dulu. Paling gres baru-baru ini bonek kembali anarkis di kota gresik..


SAMPAI KAPANPUN BONEK AKAN TETAP JANCOK,, TEMPAT MEREKA DI NERAKA JAHANAM..

BONEK JANCOK,,DI BUNUH SAJA...

6 komentar:

  1. BONEK IKU JANCOK???????

    BalasHapus
    Balasan
    1. koen iku tha seng jancok....jalok matek po.o koen kie...

      Hapus
    2. arema jancooookkkkkkk.......

      Hapus
  2. mediiiiiiiiiiiiit sampek onok lagune

    BalasHapus
  3. bonek jancok

    BalasHapus
  4. Boneeeeeeeeeeeeeek Uasuuu

    BalasHapus