Senin, 19 Januari 2015

skinhead not bonehead

BELIA pasti sering ngeliat sekumpulan anak muda yang berkepala botak plontos, berjalan memakai sepatu boots dan berjaket dengan beberapa tempelan emblem. Mereka kerap dikenal dengan sebutan Skinheads. Apa sih sebenernya Skinhead itu? Fashion sajakah? Atau benar-benar gaya hidup? Mau tau penjelasannya mending kita simak penelusuran belia kali ini.

Awalnya, belia sempet mikir kalo Skinhead tuh berasal dari negeri Jerman. Kayaknya Skinhead nih influence pemikiran rasis yang dibentuk dalam gaya hidup dan tren anak muda pada zaman Hitler.

Apalagi setelah nonton film American History yang menceritakan kehidupan kaum Skinhead di Amerika sana. Dalam film tersebut seolah diceritakan bahwa Skinhead adalah sekelompok anak muda yang sangat membenci bangsa kulit hitam. Sekelompok anak muda yang digambarkan dengan kelakuan brutal, bengis, dan berbagai penyiksaan yang dilakukan terhadap bangsa kulit hitam.

Weitt, ternyata simpulan awal belia salah total! Hampir sajah belia mengubah perkembangan sejarah murni Skinhead. Skinhead yang belia anggap rasis tersebut ternyata bukan asli budaya Skinhead. Skinhead yang rasis tersebut hanya sekumpulan anak muda yang dimanfaatkan oleh sekumpulan pihak dan kepentingan tertentu.

Selidik punya selidik ternyata Skinhead merupakan subbudaya anak muda yang lahir di Inggris pada tahun 1960-an. budaya tersebut berasal dari perpaduan kehidupan pemuda Jamaika (rude boy) dan kaum Moods. Alhasil, karena mereka senang berkumpul dalam tempat nongkrong yang sama. "Dengan kebiasan nakal pemuda saat itu serta kesukaan yang sama terhadap musik ska dan musik berirama two tones. Akhirnya lahirlah musik Oi! Dan komunitas Skinhead," ucap Iyay, gitaris Sanfranskins.

Namun sejak mulai bermunculan kaum imigran di Inggris, seperti bangsa Pakistan, Cina, dan imigran Asia lainnya. Beberapa kaum Skinhead di Inggris memusuhi kaum imigran tersebut. Mungkin bila dilihat dalam film "Romper Stomper " pemicu kebencian kaum skinhead adalah karena para Imigran tersebut dianggap telah merebut lahan pekerjaan yang ada di Inggris.

Memasuki tahun 1960 akhir, sebenarnya konflik kaum Skinhead dengan para imigran tersebut masih dikatakan taraf biasa. Komunitas Skinhead tidak tergabung dalam gerakan politik rasial apa pun. Namun, ketika memasuki tahun 1970-an beberapa kaum Skinhead yang memusuhi kaum imigran tersebut mulai memasuki pergerakan nasionalis ekstrem, seperti National Front, British Movement, Rock Against Communism, dan Blood and Honour. Dalam image seperti inilah kemudian budaya kaum Skinhead mulai terkikis menjadi pergerakan politik berpakaian Skinhead.

Ups, jadi teringat percakapan belia bersama Iyay. Cukup panjang lebar juga Iyay bercerita mengenai perkembangan komunitas skinhead di Bandung sendiri, bahkan sampai masalah persoalan tali sepatu boots yang dianggap simbol rasis dalam Skinhead. "Skinhead itu sebenarnya bukan gerakan Neo-Nazi atau gerakan politik apa pun. Adapun pencitraan rasis. Itu hanya pemanfaatan penyebaran isme dalam pencinta musik Oi! Dan Skinhead," Ucap Iyay

Cukup menarik juga bukan? Ayo kita kembali menelisik sejarah Skinhead! Setelah cukup lama skinhead dicitrakan sebagai pergerakan politik rasis, akhirnya kira-kira pada tahun 1988 di Kota New York Marcus Pacheco beserta teman-temannya mendeklarasikan Skinhead Against Rasial Prajudice (S.H.A.R.P.) hal tersebut mewakili kaum Skinhead yang sudah mulai muak dengan rasisme dan pergerakan politik ekstrem dalam komunitas Skinhead. Kemudian pada tahun 1989 Roddy Moreno, personil The Oppressed berkunjung dan bertemu dengan anggota S.H.A.R.P., sepulangnya kembali ke Inggris. Ia mulai menyebarkan S.H.A.R.P. kepada komunitas Skinhead di Inggris.

Yah, seperti itulah perkembangan Skinhead yang mulai dikenal dengan kaum neo-nazi, akhirnya terselamatkan dengan asosiasi S.H.A.R.P. Sedikit cerita mengenai perkembangan Skinhead di Kota bandung sendiri. Perkembangan budaya tersebut menurut Juki, gitaris Renternir, menyebar tanpa terorganisasi secara sengaja dalam kehidupan anak muda saat ini. Pengetahuan anak muda Bandung sendiri mengenai Skinhead berawal dari media online (internet), yang kemudian mengalir dari pembicaraan mulut ke mulut dan menjadi salah satu perkumpulan subculture musik underground di Kota Bandung.

"Kami mah tetap menghargai roots dan budaya asli sendiri. Perkembangan Skinhead di tiap negara mungkin berbeda. Hal itu disesuaikan dengan budaya yang dimiliki negara masing-masing." **


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar