Minggu, 28 Maret 2010

Inspirasi Raja Blogger WordPress Matt Mullenweg Jutawan Muda : Tak Pernah Berhenti dalam Kegagalan

Bahkan, seorang Matt Mullenweg pun seorang mahasiswa yang DO alias Drop Out. Setelah Bill Gates Microsoft dan Mark Zuckerberg Facebook, Mark Mullenweg pun menyusul dalam deretan tokoh sukses yang kuliahnya berantakan. Atau memang harus mengalami nasib seperti itu kalau mau sukses? Harus terbengkalai dulu kuliahnya? Tentu tidak bisa kita generalisasi seperti itu. Yang jelas, ada satu kesamaan antara ketiganya. Bill, Mark, dan Matt tidak pernah berhenti ketika gagal, mereka terus mencoba meraih apa yang mereka yakini, dengan dibantu dengan teman yang memiliki konsep dan pemikiran yang sama. Kuliah bukan segalanya, tapi bagaimanapun juga ilmu dari kampus akan sangat bermanfaat kita aplikasikan di pekerjaan kita saat ini (mungkin, termasuk aku yang di bidang media).

Berikut ini cerita tentang Matt Mullenweg, pendiri WordPress, blog tempat aku menulis, tempat kamu membaca tulisanku ini, dan tempat kita berdiskusi mengenai semua hal yang ada di pikiran kita dan (sempat) kita tuliskan ke media blog.





Pada usia yang masih muda, 24 tahun, Matthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg, telah menjadi jutawan. Dia adalah pendiri WordPress, situs bagi para blogger. Dengan mengandalkan WordPress.com, Mullenweg sudah meraih pundi-pundi kekayaan senilai USD 40 juta. Matt mengembangkan WordPress sebagai aplikasi blog yang terbuka (open source), sehingga peranti lunak dan kodenya terbuka bagi publik.



Kenapa WordPress harus open source? ”Jika melakukan sesuatu demi uang, kamu akan menemui banyak kesulitan untuk menjual. Namun lakukan apa yang kamu sukai, maka uang akan mengikuti kamu,” ujarnya.



Dia menginginkan WordPress menjadi bernilai bagi komunitasnya. Komunitas yang terdiri atas beragam kepentingan dan pandangan, bahkan perbedaan. ”Tapi pada suatu hari, semuanya dipenuhi dengan cinta,” ujarnya. Melalui semangat demokrasi ini, dia berharap WordPress bisa memberi inspirasi. Melalui blog, menurut dia, semua orang berhak mengungkapkan apa saja yang ada dalam pikirannya.

Namun, ekspresi melalui blog masih menghadapi tantangan dan rintangan di beberapa negara. Seperti di Turki yang memblokir WordPress atas perintah pengadilan. ”Kita juga menghadapi permasalahan rumit di China,” ujarnya kepada Sydney Morning Herald. Mullenweg juga berusaha menangkal WordPress dari pemanfaatan untuk kepentingan terorisme.

Dia telah menghapus sekitar 200 blog (termasuk blog-ku yang sempat kena suspend) yang tergabung dengan WordPress karena berkaitan dengan kejahatan dan terorisme. Dia ingin mencitrakan bahwa situs yang dikelolanya benar-benar bersih dari tindakan kejahatan. Berbagai fasilitas tambahan terus dibuat untuk menyempurnakan WordPress.

Pengembangan demi pengembangan membuat WordPress makin disukai pengguna. Totalitas membuat WordPress makin lengkap, dari fasilitas untuk add-on, pembuatan statistik, hingga anti-spam. Berkat WordPress.com" target="_blank">WordPress, Mullenweg dinobatkan sebagai 50 orang paling penting di dunia jejaring (web) oleh PC World pada tahun lalu.

Selanjutnya pada 2005, dia mendirikan Automatti dan Akismet yang menjadi anak perusahaan WordPress. Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari 25 pengusaha paling berpengaruh dalam industri teknologi informasi versi majalah Businessweek pada tahun ini. Sebenarnya,pemuda yang lahir pada 11 Januari 1984 di Houston,Texas ini meluncurkan WordPress pada usia 21 tahun.

Namun, cerita baru dimulai Juni 2002, ketika Mullenweg mulai menggunakan perangkat lunak blog, b2/ cafelog. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan b2 sehingga sesuai dengan standar jejaring saat itu. Bersama Mike Little, dia mulai mengembangkan WordPress berbasis b2.

Kemudian, mereka juga bergabung dengan pengembang asli b2, yaitu Michel Valdrighi. Itulah cikal bakal berdirinya WordPress. Pengembangan demi pengembangan membuat WordPress sebagai perangkat lunak blog paling hebat.Pada April 2004,WordPress mengumumkan fasilitas Ping-O-Matic yang berfungsi untuk mengirim notifikasi kepada search engine blog seperti technorati.com.

WordPress sangat diminati pengguna internet. Beberapa situs terkenal seperti The New York Times, The Wall Street Journal,CNN, dan Friendster menggunakan WordPress.com" target="_blank">WordPress dalam situs mereka. Hingga saat ini, tidak kurang dari 700.000 blogger menggunakan WordPress. com.Menurut Businessweek, situs WordPress dikunjungi lebih dari 103 juta pengunjung di seluruh dunia pada tahun lalu.

Selain WordPress, Mullenweg juga mendirikan Global Multimedia Protocol Group (GMPG), format yang lebih kompleks dari HTML. Pada April 2004, Matt Mullenweg drop out kuliah dan pindah dari Houston ke San Fransisco untuk bekerja pada CNET selama setahun. Di sana, Mullenweg berhasil meluncurkan Automatic dan Askimet, sebuah peranti lunak untuk mengeblok spam.

”Uang dan gaji bukanlah motivasi utama kita. Namun, fokus pada yang disukai adalah motivasi Anda,” ujarnya. Mullenweg mengaku ada beragam alasan di balik pengembangan WordPress. Pertama, dia ingin membuat situs blog yang memudahkan para pengguna membuat situs online. Dia ingin semua orang dapat membuat blog. Kemudahan itu yang pada akhirnya membuat WordPress cenderung populer dibandingkan lainnya.

Kedua, dia ingin memenuhi keinginan pengguna, termasuk pemenuhan open source yang terus berkembang. Mullenweg mengaku sangat menyukai semua pekerjaan yang menyangkut WordPress. ”Apalagi, pekerjaan saya seperti memberikan hadiah pada dunia ini, gratis untuk semua orang, semua orang dapat menggunakan hasil kerja saya,” ujarnya pada bloginterviewer.

Mullenweg mengaku kesuksesan yang didapat WordPress adalah buah kerja sama dengan banyak orang. ”Saya bekerja dengan orang-orang yang luar biasa dan membantu mendemonstrasikan kegiatan publishing di website. Inilah yang membuat WordPress berkembang pesat,” ujar pria yang kini tinggal di San Francisco, Amerika Serikat tersebut. Mullenweg menuturkan, meski berhubungan dengan banyak bahasa teknis komputer saat membuat WordPress, dia pada awalnya justru tidak mengetahui secara mendalam masalah-masalah tersebut.

Dia bahkan mengaku harus belajar banyak untuk mengetahui bahasa pemrograman komputer. Menurut Mullenweg, justru bukan semata bahasa komputer yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah program,melainkan sentuhan komunikasinya yang perlu diperhatikan.”Code(bahasa teknis komputer) bukan hal terpenting dalam sebuah perangkat lunak. Justru soal desain, warna, pencitraan merek,dan kegunaanlah yang perlu diperhatikan,” ujarnya. (seputar-indonesia.com/andika hendra mustaqim/foto: bloggingpro.com)

Source : http://lunjap.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar