Sabtu, 24 April 2010

Puisi Malamku Bernyanyi : Ungkapan Hati Lewat Puisi

Kutitip Hatiku Padamu…

Berat kurasa dalam menjaring ikatan resah ini
Waktu yang melabuh, melukai sebagian hati
Namun hati ini coba bertahan dalam yakin
Bahwa suatu saat keajaiban cinta kan menyambutku.

Dan hari-hari yang mengiring kisah kita
Makin membelenggu jiwa, makin menusuk raga
Andai saja keindahan mulai memagari kisah kita….

Hanya ada kata mengiring kepergianmu…
Kutitip hati dan cinta hanya padamu..
Maafkan aku…
Aku bukan siapa-siapa..
Aku hanya wujud yang menyintai kamu…

Takkan Pernah Ada…

Seperti juga menata jasad..
Ragaku mulai menata hati dalam resah
Dan butiran indahpun tertuang pelahan
Dalam irama cinta nan menghanyutkan.

Terima kasih cinta…
Karena kau telah menghidupkan hatiku
Karena kau telah menerangi sukmaku
Aku hanya bisa memandangimu dikejauhan…

Maafkan..
Batas kita masih teramat tinggi
Namun kucoba pahami demi pilihan hati
Kucoba mengukur cinta dalam logika..

Serpihan Cinta

Aku membatasi resah lewat senyummu.
Aku melepasi duka lewat binarmu.
Andai kau tahu….
Betapa aku mencoba menyempunakan hati
Lewat cintamu.

Namun kudapati bias sempurnaku
Kau masih saja menghujamku
Dalam serpihan ketidak yakinanmu
Dan aku masih saja tiada memahami

Mungkinkah cinta kita tetap bertahan,
Bila saja kau melihatku dalam kegelapan!
Bila saja kau masih memandangku dalam keburukan!
Sementara serpihan cinta kita kian mendalam…

Semestinya kau tahu,
Hati ini, pikiran ini, kulabuhkan hanya padamu!
Semestinya kau tahu…..

Artimu Bagi Hatiku..

Kutandai malam lewat serpihan rindu hati
Kucumbui gelap lewat serpihan cinta rasa..

Artimu sangat berbeda…
Entah mengapa ku selalu haus merindumu
Entah mengapa ku selalu lapar menyintaimu
Sungguh artimu sangat berbeda…

Duhai artimu..
Kusudahi luka lewat caramu menyintaiku
Kulepas resah lewat caramu menyayangiku
Kuhempas ragu lewat caramu menyumbuiku..

Maka ijinkan kuartikan cintamu bagi hatiku
Sebagai pelengkap nafas hidupku
Sebagai penyempurna jalan hidupku
Terima kasih telah menjadi arti bagi hidupku..

Terima kasih cinta…..
Jangan pernah kau lepas aku
Sebab tanpamu, aku tiada miliki arti hidup….

Menjaring Rindu Di Gelap Malam..

Entah mengapa, semalam ini kuingat dirimu
Nuansa senyum nampak membingkai hati
Dan aku terhanyut tatap lembutmu
Aku ingin dekat denganmu di malam ini
Namun aku tak kuasa melepas jauhmu
Gambaran rindupun sesakkan hati

Setapak ku ayun langkah pijakan
Ulas rindu memberdaya hayal akanmu
Hanya rintik hujan temani malamku
Embunpun mulai menitiki dedaunan
Nikmat regukan cintamupun mengalir
Dan aku cuma bisa mengaliri ilusi
Aku sungguh amat sangat merindumu
Resah dan gundah menjaring rindu akanmu..

Kuhancurkan Harapanku..

Ketika kesepian menerjang hati
Ketika kesedihan melarut rasa
Ketika malam menggelayut gelap
Ketika hampa mengiring wujud….

Ya Tuhan….
Aku memang makhlukMu yang lemah
Sebab pernah kucoba mengiris hidup
Lewat sayatan nadi di ketajaman torehan.

Dan ketika kurasakan kebahagiaan datang
Aku mulai dihinggapi ketakutan!
Sebab aku tiada hendak memicu kenangan
Sebab aku hanya ingin kebahagiaanMU!

Mungkinkah kuhancurkan harapanku?
Agar ku bisa leluasa menyintaiMU?

Ya Tuhan….
DipintuMu aku tak bisa mengetuk
DipintuMu aku hanya bisa bersujud
Memohonkan ridho atas kesalahanku.

Ampuni hidupku, Ya Tuhan…
Hangatkan aku dalam cahayaMu
Lelapkan aku dalam usapMu
Dan tetaplah memagariku dalam cintaMu.

Dan malam yang mengikis
Kerap ingin kuhancurkan kembali harapanku
Kerap ingin kumenangis dalam ridhoMu….

Ampuni aku, Ya Allah….

Keheningan Malam…

Kucoba tuang malam lewat sunyi
Kubuang resah hati lewat gelap
Setitik cahaya memagari hatiku
Aku mulai menyadari akan hadirmu.

Lalu kita bersama menembus malam
Dalam tawa dan tangis
Diatas kendaraan roda dua
Susuri gerimis mendayu.

Kemudian kita coba hayati makna
Bisakah kita bertahan tanpa birahi?
Dan kau menerangi hatiku!
Sebab semalaman berdua
Kau tetap pada penjagaanmu..

Terima kasih kisahku
Terima kasih telah menjagaku.

Mencarimu Di Tengah Malam

Sepi membias
Angin menghembus
Aku terbias dalam hembusmu
Menata kembali hati dalam gelap

Duhai serpihan hati
Mencarimu begitu menyiksa
Namun tetap kucari dirimu dalam gelap
Mengharap sekelebat rasa dalam senyummu.

Dan malam kian merepih
Dan hati kian menyepi

Bilur Rindu..

Bersamamu adalah indah
Aku mencari makna sejati
Mencoba menuang resah
Bersama tatap mata teduhmu
Antara bilur rindu dan indah
Nuansa padu tiada terungkap kata
Gelisahpun sesaat memudar.

Saat terindah, saat bersatu
Ombakpun mengais gemuruh
Fatamorgana semerbak wangi alam
Aku dan seteguh hatipun merambat
Namun senyummu mematahkan teguhan
Dan aku terbuai indahmu
Indah yang tiada tergantikan.

Berakhir Dalam Rintik Hujan..

Bukankah kau berjanji akan menjaga..
Aku yang terbiuspun melambung tinggi
Menyusuri indah ungkapmu penuh rayu
Bersandar pada bulan diantara kerlip bintang.
Aku terbang atas janji dan ungkap kasihmu
Namun pada batas langit, aku tersungkur jatuh!
Gemuruh dan sakitpun merajai tubuh..

Sebatas asa yang kugenggam, menghilang seketika
Oleh gerimis malam ini, disaat kulangkahkan kaki
Fajar tak lagi ingin kunikmati seperti biasa
Aku mulai terbiasa menemani gerimis
Nuansa sepi terasa nikmat kucumbui
Dan luruh air hujan semakin menderaskan airmataku
Inilah saat terakhir kumengenangmu… Maafkan aku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar