Rabu, 03 November 2010

Ketika Dunia Terlihat Abu-abu

Kompas.com — Berbahagialah jika Anda masih dapat menikmati warna-warni dunia karena itu pertanda Anda orang yang berbahagia. Penelitian menunjukkan, orang yang sedang depresi cenderung "melihat " dunia di sekitarnya dalam gradasi warna kelabu, paling tidak secara tidak sadar.

Para ilmuwan dari Jerman menggunakan pemindaian retina untuk memonitor respons retina mata pada berbagai variasi warna kontras, seperti hitam dan putih. Mereka menemukan bahwa pada orang yang sedang depresi, retina mata mereka memiliki respons yang lebih rendah pada warna kontras dibandingkan dengan orang yang tidak depresi.

Respons yang rendah ini merupakan bukti pada pasien depresi meski mereka tidak mengonsumsi antidepresan. Makin parah tingkat depresi mereka, makin rendah pula respons retina mata pada warna kontras. Barangkali ini sebabnya mengapa orang-orang yang depresi melihat dunia bukanlah tempat yang menyenangkan lagi.

Penelitian lebih lanjut memang diperlukan untuk menguatkan studi tersebut. Namun, jika terbukti, pemeriksaan retina mata di masa depan bisa menjadi alat diagnosis dan pengukuran keparahan depresi.


sumber : http://id.news.yahoo.com/kmps/20100725/tls-ketika-dunia-terlihat-abu-abu-8d16233.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar