Minggu, 09 Mei 2010

gitaris gitaris terbaik indonesia

Abdee
"Gitaris papan atas yang jago sound engineering"


Nama Asli : Abdee Negara
Tempat/Tgl Lahir : Danggala, 28 Juni 1968
Gaya Permainan : Blues, Rock, (bebas)
Group Band : Slank
Pengaruh musikal : Keith Richard, Ry Cooder
Gitar Yang Digunakan : Extreme Telecaster Abdee signature, Fender Telecaster

Namanya menjadi pembicaraan luas saat ia dan rekannya, Ridho didaulat sebagai gitaris baru Slank menggantikan Pay yang sudah mendarahdaging bagi para fans Slank saat itu. Awalnya, para Slankers sempat meragukan kapasitasnya sebagai salah satu pengganti Pay. Namun, kenyataannya kemudian sangat tidak sesuai dengan perkiraan awal para Slankers. Bahkan kontribusi yang diberikan oleh Abdee terhadap Slank bisa dibilang melebihi Pay. Maklum, selain sebagai gitaris, Abdee juga jago sound engineer. Abdee lah yang kini menangani pembuatan album-album Slank.

Album Tujuh yang dirilis tahun 1997 adalah debut albumnya bersama Slank. Di album itu ia menampilkan permainan yang ngeblues kepada para Slankers. Jika album-album Slank sebelumnya tidak pernah menembus angka 1 juta keping, dengan masuknya Abdee pada formasi baru Slank ini justru mampu meningkatkan penjualan album Slank. Abdee juga sering menampilkan permainan solo dengan menggunakan slide. Jika anda mendengar permainan slide didalam lagu-lagu Slank maka bisa ditebak, Abdee lah yang memainkannya.

Selain sibuk bersama Slank, Abdee juga tercatat sebagai sound engineer dan produser untuk album grup musik lainnya seperti Seurieus. Ia juga menjadi salah satu clinician di majalah G Plus bersama anggota gitaris.com, Owen. Untuk gitar, Abdee menjadi endorser dan artis untuk merk gitar Extreme. Meskipun begitu, ia tetap menginginkan model Telecaster.



ADIEN
"Gitaris muda yang mengangkat scene musik Jepang di Indonesia"

Nama Lengkap: Fazrin Ismail
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 24 Agustus 1981
Gitaris Favorit: Brian May, Andy Timmons, Marty Friedman, Donnie Suhendra, Tjahyo Wisanggeni
Band Favorit: Queen, Deep Purple, Metallica, Megadeth, Siam Shade, Do As Infinity, L'arc En Ciel, Janne Da Arc, X-Japan
Band: Kirie, Banzai
Gitar: Cobran, Ibanez RG Series, Jackson
Zodiac: Virgo
Tempat Tinggal: Ciputat
Status: Bujangan
Prestasi: Mengisi part gitar untuk Jinggle iklan Rudi Hadi Suwarno Cosmetics.
Hobi: Nonton Film kartun Jepang, baca komik, main game dan internet
Komik Favorit : Salad Days, I's


Adien mulai bermain gitar pada tahun 1996 tetapi baru mulai aktif pada tahun 1999 dengan mengikuti les privat bersama gurunya yang bernama Ono. Ketika belajar bersama Ono, adien sangat dituntut untuk berkreatif, setiap materi yang selalu diberikan ono selalu pelajari dengan serius lalu dikembangkan ketika bermain bersama bandnya. Namun yang sangat berpengaruh dalam gaya bermainnya adalah pengaruh dari ibunya, karena dia dari kecil sudah sering didengarkan lagu-lagu dari band-band Rock 70th seperti Queen, Deep Purple, Kiss, Rainbow dan lain-lain.

Skill dan musikalitasnya cukup maju pesat ketika dia dan bandnya mulai membawakan lagu-lagu dari Extreme dan Mr.BIG, ketika kuliah pun dia sudah sering di ajak oleh teman nya untuk mengisi acara di kafe-kafe sekitar Jakarta dengan membawakan lagu-lagu R&B. Karena dia sering main di kafe-kafe jakarta maka dia mendapat kesempatan untuk tawaran mengisi part gitar di Jinggle iklan Rudi Hadi Suwarno Cosmetic.

Nama Adien cukup dikenal luas di scene musik Indo-Japan. Ia termasuk salah satu pionir penting yang mengangkat popularitas musik-musik Jepang di Indonesia. Banzai dan Kirie adalah dua band beraliran Jepang yang dibangun olehnya. Di Banzai khususnya, ia membawakan lagu-lagu X-Japan bersama Andre Harihandoyo. Meski beberapa tahun belakangan ia sudah tidak memainkan lagu-lagu Jepang lagi, sampai sekarang pun Adien masih sering ikut berbagai macam festival dan tak pernah berhenti untuk terus menggali ilmu dari gitaris-gitaris di Indonesia yang lebih berpengalaman dari dia.



ADNIL
"Ingin menjadi gitaris terasik dunia-akhirat"
Nama Lengkap : Adnil Faisal
Nama Panggilan : Adnil
Tmpt / Tgl Lahir : Bogor / 6 Oktober 1977
Website Resmi : www.evorocks.com
Gitar : Washburn N4, Fender Stratocaster '74, Fender Bullett
Efek : POD XT Live
Gitaris Favorit : Eet Sjahranie & Nuno Bettencourt
Musisi Favorit : Dave Mathews, Phill Collins, Fariz RM
Pengalaman Band : Base Jam
Band Saat Ini : Evo

10 tahun lalu nama Adnil mulai dikenal bersama Base Jam. Setelah rilis 3 album, kemudian ia keluar dari band yang telah membesarkan namanya ini. Selama beberapa tahun namanya tak terdengar di industri musik tanah air. Rentang waktu tersebut ia isi dengan menjadi session player untuk beberapa band seperti Air (proyeknya Bengbeng bersama adik perempuannya), Tere, Audy, dan Ada Band.

Namun pada tahun 2006 wajahnya sering muncul di TV karena terlibat proyek Evo Band. Evo merupakan proyek band yang konsepnya mirip reality show ROCK STAR : INXS, yang mencari vocalis dengan mengadakan audisi seperti American Idol. Di band ini ia berpartner bersama Erwin (ex. Dewa 19), Didit (ex. Plastik), Angga, dan Ronald. Setelah mendapatkan Elda sebagai vocalis, kemudian Adnil dkk sedang bersiap untuk merilis album perdana Evo.


ANDRA RAMADHAN
"Gitaris kalem yang punya banyak variasi warna permainan"

Nama Asli : Andra Junaidi Ramadhan
Tempat/Tgl Lahir : Surabaya, 17 Juni 1972
Gaya Permainan : Rock, Jazz
Group Band : Dewa
Pengaruh musikal : Joe Satriani, Dave Navarro, Scott Henderson, Pat Metheny
Gitar Yang Digunakan : Parker, PRS, Fender Stratocaster, G&L
Pickup Yang Digunakan : Dimarzio Fred, Seymour Duncan '59
Kabinet Speaker : Marshall 4x12
Efek : Line 6 Stomp Box, Rocktron Replifex, Ibanez Tube Screamer TS9
Head Ampli : Legacy Steve Vai

Andra mengaku terlambat tertarik terhadap musik. karena baru SMP lewat ekskul musik. Pertama ia bermimpi untuk menjadi seo- rang drummer terkenal, tapi karena masalah biaya untuk membeli Drum sangat mahal dan setelah melihat teman2nya asyik memetik gitar, hobinya pun berganti. Bermodal gitar pinjaman, ia mulai belajar gitar, dan memang karena bakat, kemampuan dan teknik permainannya berkembang sangat pesat. Di SMPN 6 inilah, Andra bertemu dengan Dhani, Wawan, dan Erwin kemudian mereka sepakat untuk membentuk band dengan nama Dewa. Aliran rock yang pertama mereka geluti akhirnya pindah ke jazz akibat pengaruh Erwin. Mereka sempat menjuarai ajang Yamaha Musik pada waktu masih menggunakan nama Down Beat. Setelah itu mulai serius di dunia musik. Pada awalnya, Andra lebih memilih gitar yang berpenampilan sangar ketimbang karakter suara yang dihasilkan itu sendiri. Baru semenjak bergabung dengan Down Beat bersama Ahmad Dhani dan Erwin, ia mulai memperhatikan sound yang dihasilkan oleh tiap-tiap jenis gitar.

Masalah kemudian bergelayut pada kehidupan Andra yaitu ketika ia harus memilih antara karirnya sebagai pemusik atau meneruskan kuliahnya di jurusan desain interior. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya Andra memilih untuk terus meniti karir di dunia musik, tapi bukan berarti langkahnya tetap mulus, karena kedua orang tuanya tidak setuju kalau Andra harus melepaskan bangku kuliahnya. Layaknya orang tua biasa, mereka ingin melihat Andra meraih gelar sarjana seperti kelima kakaknya yang sudah selesai. Tapi akhirnya kedua orang tuanya mau mengerti dan memang terbukti pilihan Andra tepat. Setelah melepaskan kuliahnya, konsentrasinya ke Dewa 19 membuat kreativitasnya lebih tergali.

Down Beat yang kemudian berganti nama menjadi Dewa19 mulai merekam demo-demo lagu yang bernuansa jazz. Dkarenakan waktu itu atmosfer musik rock Indonesia sangat tidak menjanjikan. Baru pada saat grup rock debutan Slank muncul dan menjadi fenomena ditahun 1991, Dewa19 kembali ke jalur rock, meski masih ada sentuhan jazz dan pop. Dengan formasi awal Ahmad Dhani pada keyboard, Ari Lasso pada vocal, Erwin pada bass, dan Wawan pada drum akhirnya tahun 1992 album pertama pun direlease dengan mengandalkan hits Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi dan Kangen yang mendapat sambutan luar biasa. Dua tahun kemudian album ke-2 direlease dengan judul Format Masa Depan. Lagi-lagi dua hits andalan Tak 'kan Ada Cinta Yang Lain dan Aku Milikmu mendapat sambutan yang baik. Permainan Andra di dua album pertama masih bernuansa rock '80. Bahkan di lagu Aku Milikmu dan Kangen, permainan solo gitar Andra bisa dibilang bernuansa Vitto Bratta (White Lion).

Album ke-3 berjudul Terbaik Terbaik direlease pada tahun 1995. Jangan terkecoh dengan judulnya karena album ini bukan album The Best. Hits yang menjadi andalan adalah Satu Hati, Cinta 'kan Membawamu Kembali, Satu Hati, dan sebuah lagu CUkup Situ Nurbaya yang kemudian menjadi lagu yang paling sering dibawakan oleh band-band muda di ajang festival-festival atau pagelaran musik. Gaya permainan glam rock Andra banyak menjadi inspirasi anak-anak muda untuk belajar gitar dan nge-band. Tahun 1997, album Pandawa Lima direlease. Kali ini menjagokan hits Kirana, Aku Disini Untukmu, dan Kamulah Satu-satunya.

Untuk urusan gitar, yang pertama digunakan adalah Aria Pro tipe Stratocaster untuk pembuatan album pertama dan penampilan live nya. Kemudian setelah mencoba Fender ia mulai menggunakan gitar tersebut. Untuk mendapatkan sound yang lebih baik, ia kemudian memasang pickup Dimarzio pada gitar Aria Pro nya. Namun kemudian ia lebih memilih menggunakan Fender Classic Stratocaster sampai album Dewa19 yang ke empat.

Tahun 2006 ini, Andra dan Dewa merelease album terbaru yang berjudul Republik Cinta, dan Dewa kembali memakai judul Dewa19 sebagai nama band.


OWEN
Nama Lengkap : Andy Owen
Nick Di Forum Gitaris.com : shredi_master / Andy Owen
Tempat/Tgl Lahir : Purwokerto 19 Oktober 1978
E-mail Address : [email]shredi_master78@yahoo.com[/email]
Homepage Pribadi : andyowen.net (under construction)
Pekerjaan : Musisi, Guru Gitar, Kolomnis Gitar Plus, Cort & D'addario Endorser
Hometown - Tempat Tinggal Sekarang : Purwokerto - Yogyakarta - Jakarta
Gitar : Cort EVL K6 series, Cort KX1 series, Ovation 12 string, Martin custom series
Efek : T.C. Electronic G Mayor
Ampli : Mesa Boogie triaxis, Marshall JMP1, ADA MP1, Marshall Power Amp 9200, Marshall VS15R
Gaya Permainan : Rock, Metal, Progresive, Shred, Blues
Teknik Andalan : Alternate Picking
Group Band : Solo artist
Gitaris Favorit : Andy Timmons, Joe Satriani, Steve Vai, Paul Gilbert, Marty Friedman, Jason Becker, Richie Kotzen, John Petrucci, Jimi Hendrix, etc
Band Favorit : Dream Theater, Metalica, Meatloaf, Megadeth, Bad English, Pantera, Mr. Big, Racer X, Iron Maiden, Poison, dll
Album Favorit : Metallica - Master of Puppet, Mr. Big - Lean In To It, Megadeth - Rust In Peace, Meatloaf - Bat Out of Hell II, Pantera - Cowboys From Hell, dll
Lagu Yang Pertama Dipelajari : Am I Evil - Metallica
Prestasi : Gitaris terbaik, festival band se Jateng DIY tahun 1999


AZIS MS
"Gitaris Trash Metal Andalan Indonesia"

Nama Asli : Azis Mangasi Siagian
Tempat/Tgl Lahir : Cimahi (Jawa Barat), 26 Juli 1968
Gaya Permainan : Trash Metal
Group Band sekarang : Jamrud
Pengaruh musikal : Steve Vai
Gitar Yang Digunakan : Steinberger
Ampli : Peavey 5150 Eddie Van Halen
Efek : Korg AX-1000

Sejak masih remaja memang sudah terinfeksi oleh musik-musik keras. Ia pun sempat terjerumus oleh gaya hidup musisi rock & roll (drugs). Sempat mendirikan band yang bernama Jam Rock bersama Ricky Tedy (bass) dan Budi Haryono (drumer Gigi), namun tak lama kemudian ia tinggalkan. Saking keasyikan main band sampai-sampai kuliahnya diterlantarkan. Azis sempat berkelana ke Bali dan bermain musik reggae. Namun setelah satu tahun, ia kembali pulang ke Cimahi dan menghidupkan kembali Jam Rock dengan menarik Krisyanto pada vocal.

Demo album yang ia gagas ditolak berbagai produser sampai akhirnya dilirk oleh kaisar rock Indonesia, Log Zehelebour. Album pertama Nekad dirilis pada tahun 1996. Dilanjutkan dengan album Putri (1997), Terima Kasih (1998). Mulai saat itu, album-album Jamrud mampu bersaing di kancah musik nasional. Puncak kejayaan Jamrud adalah pada tahun 2000 akhir ketika Jamrud mencapai kesuksesan terbesar sepanjang sejarah karirnya dengan berhasil menembus angka penjualan 2 juta keping untuk album Ningrat. Hal tersebut membuat produser Log Zhelebour memberangkatkan Azis cs ke Australia untuk proses penggarapan album berikutnya, Sydney 09.01.02.

Selama berkiprah didunia musik ia cenderung tak pernah berganti-ganti alat musik. Hanya satu kali saat ia mencoba menggunakan Ibanez JEM flower yang salah satu pick upnya adalah Dimarzio Tone Zone. Sejak saat itu ia selalu menggunakan gitar tersebut, namun karena bobotnya cukup berat ia kembali menggunakan Steinberger selain karena ringan juga postur yang menarik. Ia lebih memilih menggunakan efek digital jenis Korg AX-1000 karena memang biasanya efek digital lebih mudah disetting dan memiliki sound yang gahar. Bila menyimak permainan Azis memang lebih mengutamakan sound gahar dan power chord. Namun ia juga sering mencampur-campurkan ritem gitar gaya reggae, pop, dan gaya "kondangan" seperti yang terdengar dalam lagu Surti-Tedjo

Selain sebagai personel dan motor grup Jamrud, Azis juga ikut serta menangani pembuatan album terbaru Nicky Astria. Di album itu terlihat sekali warna Azis MS, berbeda ketika pada era Nicky Astria ditangani oleh Ian Antono, warna God Bless cukup terasa pada album-albumnya. Ini membuktikan bahwa Azis memiliki sebuah karakter yang membangun bandnya. Prestasi Azis lainnya adalah saat mendapat kehormatan mendampingi konser band rock legendaris dunia White Lion pada tahun 2003 dan grup heavy metal legendaris dunia Helloween pada tahun 2004.

Ada yang tau lagu favorit Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kalo dia diminta untuk nyanyi? Judulnya "Pelangi Dimatamu". Nah, itu lagu yang bikin tak lain dan tak bukan adalah bung Azis MS. Hebat kan? ;)

I WAYAN BALAWAN
"Satu-satunya gitaris 8 finger tap independent di Indonesia"
Nama Lengkap: I Wayan Balawan
Website: WayanBalawan.com
Style: 8 Finger Tap Independent
Tempat/Tgl Lahir: Bali, 9 Sept 1973
Kewarganegaraan: Indonesia
Gitar: Stephallen Guitar
Ukuran senar: 009
Pickup: Stock Ibanez V2 & V1
Amplifier: Laney
Pendidikan Musik: Australian Institute Of Music, Sydney - Australia
Album: Batuan Ethnic Fusion - Globalism & Balawan Solo (Produksi Acoustic Music Records Germany)
Pengalaman Manggung Internasional: Wakil Asia dengan gitaris Jepang Isato Nakagawa dalam East Meet West Guitar Festival di Edenkoben Jerman Mei 2000, Duet dengan gitaris Australia: Tommy Emanuel di Open Strings Festival di Osnabrueck Jerman, tahun 2001 dan Wakil Asia untuk manggung di hell Blues Festival di Norwegia, 13 Sept 2001.


I Wayan Balawan lahir di Gianyar, Bali, Indonesia pada tanggal 9 Sept 1973. Balawan mulai bermain musik sejak usia 8 tahun dan kemudian membentuk bandnya ketika masih di sekolah dasar. Balawan memainkan beberapa lagu Scorpions, Deep Purple dan Beatles. Berhubung bosan dengan musik rock, sesudah lulus sekolah Balawan pindah ke Sydney untuk belajar gitar jazz dan vokal di Australian Institute Of Music. Balawan juga memperoleh beasiswa selama 3 tahun untuk Diploma Of Music.

Balawan menjadi dikenal di Sydney selama 5 tahun sampai akhirnya dia kembali ke kampung halamannya di Bali pada tahun 1997 dan kemudian membentuk band bernama Batuan Ethnic Fusion (Musik Etnis Bali yang dikombinasikan dengan musik Jazz). Album perdana Batuan Ethnic Fusion berjudul "Globalism" akhirnya dirilis.

Balawan adalah seorang gitaris yang sangat berbakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang dikenal dengan teknik "Touch Tapping Style" (seperti halnya Stanley Jordan). Sebuah permainan yang memanfaatkan ke-delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini kelihatan seperti permainan piano: permainan bass, chord dan melody, semuanya dimainkan dengan jari kiri dan jari kanan... nyaris tanpa dipetik. Permainan Balawan terkesan sangat halus dan licin. Uniknya Balawan mendevelop sendiri tap independent di mana permainan jari kiri dan kanan bener-bener tidak ada hubungannya (berbeda sama sekali). Untuk mewujudkan hal ini, Balawan juga melatih teknik independent ini pada permainan drum. Sungguh merupakan sebuah kejutan ketika Balawan mendatangi studio milik Gitaris.com, ternyata Balawan merupakan seorang pemain drum yang cukup baik pula.



Di Indonesia Balawan telah diakui sebagai salah satu gitaris terbaik di Indonesia, Balawan sudah sering mengisi acara TV di Indonesia dan tampil di Jazz cafe, Ubud (Bali) bersama bandnya Batuan Ethnic Fusion dan grup jazznya. Balawan adalah seorang guru gitar dan sering tampil di beberapa sekolah musik di Indonesia. Balawan juga diendorse oleh Ibanez dan Laney.

Sebelumnya Balawan juga telah melakukan tour di Eropa: East Meet West Gitarren Festival Edekoben Germany 2000 Tour, tour ke 20 kota di Germany pada tahun 2001, tour ke Hell Blues Festival di Norway (Sept 2001) dan merilis album solonya yang diproduksi di Jerman pada tahun 2001.


BARON
"It's Time To Metal...!!!!
Nama Lengkap: Aria Baron Suprayogi
Nama Panggilan : Baron
Tempat/Tgl Lahir : -
Gitar : Gibson Les Paul, Roland Guitar Synth Strat Model, Cort, Fender Stratocaster '66, Gibson Chet Atkins Model
Efek : Boss DD-3 Delay, Boss Chorus, dll.
Ampli : Hughes & Kettner, Marshall
Pengalaman Band : Gigi, /rif
Group Band Saat Ini: Baron Band
Pengaruh Musikal: Joe Satriani, Arch Enemy, Krakatau
Gaya Permainan : Pop, Hard Rock, Metal

Setelah itu ia mengikuti kursus gitar jazz. SMA kelas 1 ia sempat belajar dengan Donny Suhendra, Harry Roesli, dan Pra Budidharma. Hasil dari belajar ini sangat berhasil hingga ia terpilih menjadi gitaris terbaik "Live Yamaha Contest".

Setelah beberapa saat kuliah, Baron memutuskan untuk sekolah musik ke Australian Guitar of Institute atas saran Joe Satriani. Tapi ia diusir karena membawa gitar elektrik. Kemudian ia kembali ke Indonesia dan membentuk band baru bernama /rif. Namun karena semua personelnya menolak untuk hijrah ke Jakarta, maka Baron pun meninggalkan /rif. Ternyata band ini nantinya akan menjadi salah satu band rock papan atas Indonesia.

Kemudian Baron membentuk band baru bernama Gigi. Di band ini Baron berduet dengan Dewa Budjana sebagai gitaris. Bersama Gigi, Baron hanya merilis 2 album 'Angan' (1994) yang terjual 100.000 copy. Kemudian album 'Dunia' (1995) terjual 400.000 copy. Namun 2 album ini mampu melambungkan nama Baron sebagai gitaris papan atas Indonesia, karena berkat album itu Gigi meraih penghargaan sebagai Grup Musik Terbaik dalam acara penghargaan Indonesia Musik Emas. Setelah meninggalkan Gigi, Baron melanjutkan sekolah pasca sarjana di Amerika jurusan periklanan. Pada tahun 2000 ia kembali ke Indonesia dan membentuk grupnya sendiri yang bernama Baron Band.

Di Baron Band, ia mengusung musik yang ngepop. Namun setelah menyaksikan Arch Enemy di Amerika, Baron kemudian berpindah ke jalur metal. Hal itu bisa dilihat dari gayanya sekarang yang metal abis. Kabarnya Baron sedang menyiapkan project dengan musisi-musisi metal Indonesia. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

DEWA BUDJANA
"Salah satu gitaris jazz yang melodius"


Nama: I Dewa Gede Budjana
Tempat/Tgl Lahir: Waikabubak (Sumba Barat), 30 Agustus 1963
Gaya Permainan: Jazz, Pop
Grup Band Sebelumnya: Spirit, Java Jazz
Grup Band Sekarang: Gigi
Pengaruh musikal: John Mc Laughlin, Pat Metheney, Allan Holdsworth, Chic Korea, dll
Gitar Yang Digunakan: Parker Fly Delux, Klein, Gibson SG
Amply: Line 6 Ax2 212, Mesa Boogie Rectifier, Calvin Legacy

Dewa Gede Budjana yang dilahirkan di Waikabubak, Sumba Barat, 30 Agustus 1963 ini, mulai melirik instrumen gitar saat masih duduk di bangku SD lewat seorang kuli bangunan asal Jawa yang mengontrak di depan rumahnya, di Bali. Sejak itu, putra almarhum IDN Astawa ini sangat terobsesi untuk menguasai permainan gitar. Hingga suatu saat, ia nekat mencuri uang neneknya untuk membeli sebuah gitar. Setelah itu, tak satu pun hari terlewat tanpa menjajal gitar dan melatih jari, mempraktekkan kunci-kunci nada. Pada 1976, saat mulai menetap di Surabaya, Budjana mulai kerap menyaksikan berbagai event musik hingga ia pun banyak kenal dengan musisi lokal. Karena merasa permainannya masih sangat terbatas, Budjana lantas mendalami gitar klasik.

Pada masa sekolah, pas kelas 1 SMP (1976) di Surabaya, pergaulan I Dewa Gde Bujana di dunia musik mulai liat. Lebih intens. Gitar listrik, Aria Pro II juga sudah dimilikinya pada 1981. Tiada hari tanpa musik. Ia pun bermain antara lain bersama Arie Ayunir, sekarang drummer POTRET. Dari acara-acara sekolah, mereka melangkah ke pentas nasional. Iseng-iseng berhadiah, tapi siap sedia! Ya siap, soalnya gitarnya saja sudah bikin sendiri. Musiknya dikroyok rame-rame, menjadi lebih idealis. Hasilnya? Ajang Light Music Contest 1984, babak final di Teater Terbuka-TIM, Jakarta. Pergelaran tahun kedua ini punya peserta kuat-kuat. Bagus dan hebat, karena ajang buatan Yamaha Music ini gengsinya tinggi, terutama di mata anak-anak band! Contohnya, EMS Bandung, asuhan susah payah Elfa Secioria. Gold Fingers yang klasikal dari Jakarta dengan kakak-beradik Mahesh dan Suresh Hotwani. Budjana ikut tampil, dengan bendera Squirrel Band-Surabaya yang dibentuk tahun 1980. Gitar dimodifikasi dengan design kreasi sendiri, fretless-guitar berbentuk bintang, bermusik eksperimental. Unik dan ajaib, buat sebagian penonton malam itu. Eh, Squirrel menang! Juara pertama lho.

Perlahan, kiblat musik Budjana pun mulai berubah. Ia tak lagi cuma mendengarkan musik pop dan rock, setelah mendengarkan permainan gitar John Mc Laughlin (Mahavishnu Orchestra). Bisa dibilang, musisi inilah yang mengubah visi bermusik Budjana, di samping Chic Korea, Yes, Gentle Giant, Kansas, Tangerine Dream, American Garage, Bright Size Life, Pat Metheny hingga Allan Holdsworth.

Pada 1984, Budjana membentuk band jazz Squirrell di sekolahnya, SMA II Surabaya. Dan setelah mereguk banyak pengalaman, ia pun hijrah ke Jakarta setahun kemudian. Di Jakarta, nasib mempertemukannya dengan dedengkot jazz Tanah Air, mendiang Jack Lesmana, ayah musisi Indra Lesmana. Lewat Jack, Budjana banyak menimba filosofi permainan musik jazz. Dari situ, bintangnya mulai bersinar. Budjana makin dikenal. Setamat studi di SMAN 2 Surabaya, Budjana hijrah ke Jakarta. Nekad. Asli! Ya berani mati deh, pengen bermusik saja lebih serius dan intensif. Mulai 1985, iapun memulai pengembaraannya di Jakarta.

Pada 1994, Budjana membentuk grup Gigi bersama Baron (gitar), Thomas (bas), Armand (vokal) dan Ronald (dram). Album- album yang dihasilkan bersama grup ini adalah Angan (1994), Dunia (1995), 3/4 (1996), 2x2 (1997), Kilas Balik (1998), dan Baik (1999), Semua Umur, dan sebuah album religius Raihlah Kemenangan

Namun di sela kesibukannya bersama Gigi, Budjana juga menekuni proyek solonya dengan menelurkan album Nusa Damai pada awal 1997. Kemudian dilanjutkan juga dengan Gitarku (2000), dan Samsara (2003)

Nama Lengkap : Prisa Adinda Arini Rianzi
Nama : Prisa
Tempat lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : 1988-01-06
Group Band Sekarang : Vendetta
Group Band Terdahulu : Zala, Dead Squad
Side Project : Morning Star
Discography (brief) : Prisa - Prisa (2008)

Style : Metal, Shred, Pop, all around
Endorsement : Jackson Guitars
Gear : Jackson DKMG archtop, Martin, PRS, Jackson RR
Website : www.prisarianzi.com
Band Favorit : As I Lay Dying
Bermain Musik Sejak : SMP (2001)
Profesi : Musisi Profesional
Tempat Tinggal : Jakarta Selatan

from kaskus archive

2 komentar:

  1. Menerima panggilan permainan Solo Gitar pop untuk :
    -Event
    -Party
    -Wedding
    -Reguler
    -Etc

    Siap melayani privat gitar untuk anak-anak hingga dewasa,Guru siap datang kerumah Sejabodetabek.

    Siap Audisi untuk Solo Gitar di Bar Cafe/Resort/Hotel/dll
    Pengalaman Kerja (CV) siap dikirim melalui Email

    Demo Permainan "Youtube"
    Dengan keyword : Erik Chairianda

    Untuk Tarif dapat disesuaikan
    Silahkan Sms/Telp/BBM untuk Konsultasi lebih jelas dan detail.
    Telp/sms: 08159252005 / 081213068168
    BBM 5240B441

    Best Regards
    Chairianda-The Best Profesional Finger Style

    BalasHapus
  2. Menerima panggilan permainan Solo Gitar pop untuk :
    -Event
    -Party
    -Wedding
    -Reguler
    -Etc

    Siap melayani privat gitar untuk anak-anak hingga dewasa,Guru siap datang kerumah Sejabodetabek.

    Siap Audisi untuk Solo Gitar di Bar Cafe/Resort/Hotel/dll
    Pengalaman Kerja (CV) siap dikirim melalui Email

    Demo Permainan "Youtube"
    Dengan keyword : Erik Chairianda

    Untuk Tarif dapat disesuaikan
    Silahkan Sms/Telp/BBM untuk Konsultasi lebih jelas dan detail.
    Telp/sms: 08159252005 / 081213068168
    BBM 5240B441

    Best Regards
    Chairianda-The Best Profesional Finger Style

    BalasHapus