Sabtu, 12 Februari 2011

tentang proses ta’aruf

Ehem..ehem..suwit2..prikitiwwww….
Mohon maaf sebelumnya, saya sebenarnya bukan orang yang ahli masalah ini, cuman kepengen nulis unek2 ae :P

Akhir2 ini, entah kenapa, tiba2 saya punya profesi baru , jadi konsultan masalah cinta hahaha…tapi saya nulis ini ga asal lo, ora ngawur, saya nulis ini berdasar pengalaman temen2 + ilmu yang selama ini saya dapat dari tempat ngaji….

banyak temen2 saya yang bertanya : prosedur yang benar ato tuntunan Islam yang benar dalam mencari suami/istri iku piye se? ta’aruf ngono ta? oleh telpon2an ga? trus lek misale pengen cari2 info tentang calon iku piye?

Jadi kira2 ini jawaban saya, ben kalo ada yang takon, tak kasih link nang blog iki ae kwkwkw

sebelum itu : perhatikan, bahwa orang yang menjadi perantara ato MC alias mak comblang, harus orang yang sudah menikah, kenopo?? soalnya ini untuk menghindarkan kita semua dari fitnah, jadi begono : kalo anda akhwat, mintalah dicarikan suami oleh temen anda akhwat yang sudah menikah, akhwat ini nanti akan bilang sama suaminya, dan suaminya akan mencari calon dari temen2nya yang belum nikah, bagannya jadi kaya ngene :

akhwat (single) ===> akhwat (udah merit) ==> suami akhwat tsb ===> ikhwan (single)

bagan ini juga berlaku untuk kebalikannya

ikhwan (single) ===> ikhwan(udah merit) ==> istrinya ===> akhwat (single)

kira2 ngene iki lah langkah2nya

1. misal : ada ikhwan ngomong

ikhwan : "pak cariin saya istri dunk, ada ga akhwat yang siap nikah?"

bapak : "ok nanti tak bilangin sama istriku, kira2 kriteria calonmu kaya apa?"

ikhwan : " yang sholihah, pinter masak, pinter ngurus rumah, hapalan Al-Quran minimal satu juz…bla bla bla"

2. Si bapak lalu pulang dan minta tolong sama istrinya

bapak : "istriku tercinta , ini si Fulan, minta dicarikan istri yang bla bla bla" (sesuai kriteria ikhwan tadi)

3. kemudian istri ini sms/telpon/ di tempat ngaji : menawarkan ikhwan tadi pada temannya yang belum nikah, tapi bukan dengan pengumuman lewat speaker hehehe, biasanya ditelpon satu2/ di sms salah seorang "ukhti, ada calon untuk anti,anti dah siap nikah?", dan ini biasanya tanpa sepengetahuan siapapun, kecuali si istri + akhwat tadi

4. kalo akhwatnya bilang " SIAAAPPPP" :P, maka akan dimulai proses tukar menukar biodata (tanpa poto)

perhatian : proses nomor 1-4 di atas, ahsannya (baiknya) tidak diketahui oleh siapapun , kecuali hanya 4 orang itu saja, karena apa??? karena ini proses baru mulai, untuk menghindarkan dari terpaan GOSIP, fitnah apalagi incaran INFOTAIMENT yang ga bertanggung jawab, yang pada akhirnya bisa menghambat ato menggagalkan semuanya :D

5. kemudian jika dari biodata itu masing2 calon sudah menerima, akan lanjut pada proses selanjutnya yaitu saling mencari tahu tentang pasangan masing2 , tapiii sekali lagi, tidak dengan berhubungan langsung dengan calon tersebut, melainkan dengan orang2 dekatnya

misalnya : kalo saya mo cari info tentang ikhwan calon saya, saya bisa tanya2 sama adik perempuannya, sama ibunya, sama sodara sepupunya yang perempuan…boleh juga sama temannya / sodaranya yang laki2 , tapi kalo ke laki2 seperlunyanya saja, jangan sampe kita malah sms2an sama temen2nya yang laki2 (iki jenenge golek2 perkoro) :D

perhatian : selama proses nomor 5 ini masing2 calon, tidak boleh ketemu, juga tidak ada acara saling tukar poto, soalnya : nanti bisa2 poto kita jadi fitnah buat calon masing2, nggarakno kelingan terus, pengen mandhengi potone terus, sampe2 disimpen ngisor bantal, disimpen njero dompet :)) GAK BOLEH

6. kalo dari hasil INVESTIGASI tadi, sudah dapat saling menerima maka, mari kita putuskan , kapan akan dipertemukan, istilahnya disebut dengan proses NADHOR (nadhoro, yandhuru, melihat)…jadi si ikhwan calon beserta mahromnya (bapaknya/ato si MC) datang ke rumah akhwat untuk melihat wajahnya ….(ihiiirrr…prikitiiiwww) :P, untuk memastikan apakah dia akan suka ato tidak. Dari pengalaman temen2 saya : dan ini sesuai syar’i, kalo misalnya ikhwan itu pengen melihat rambutnya, maka akhwat ini boleh membuka rambutnya, ato kalo pengen melihat betisnya, boleh menyingkap betisnya …dan sekali lagi SEPERLUNYAAAA….!!

TAAAPIIIIIIII ingaat : jangan dengan alasan nadhor, lalu seorang ikhwan, menipu atau bermudah2an dalam melihat seorang wanita, kalau niat anda belum benar, LURUSKAN NIAT dulu, kalo anda berniat tidak benar, biarlah ALLAH yang akan menghukum anda, mungkin dengan memberikan wanita / istri yang tidak baik, karena ketidakbaikan anda itu…PAHAMMM?? :P

Kemudian : tidak boleh pula, meminta seorang wanita untuk berlenggak-lenggok/berjalan di hadapan calon tadi, mungkin dengan alasan untuk melihat cara berjalannya , MELIHAT itu cukup MELIHAT !!! OKEEEH?? dia belum jadi istri anda tauuu :D

Dalam sebuah hadist , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Arti : Apabila seorang dari kalian meminang perempuan, maka jika memungkinkan melihat kpd apa yg mendorong untuk menikahnya, maka lakukanlah, sebab yg demikian itu lebih bisa menjamin kelanggengan hubungan di antara mereka berdua"

Hadits tersebut dinilai shahih oleh Al-Hakim yg bersumber dari hadits Jabir Radhiyallahu ‘anhu, Imam Ahmad, At-Turmudzi, An-Nasa’I dan Ibnu Majah telah meriwayatkan dari sumber Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya (ketika) ia meminang seorang perempuan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Arti : Lihatlah dia, krn yg demikian itu lebih bisa menjamin kelanggengan hubungan di antara kalian berdua"

Imam Muslim meriwayatkan juga di dalam Shahih- hadits yg bersumber dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang lelaki menceritakan kpd Rasulullah Shallallalhu ‘alaihi wa sallam bahwasanya ia telah meminang seorang perempuan, maka Rasulullah Shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda kpdnya, “Apakah engkau telah melihatnya?"

7. Jika dari proses nadhor tadi masing2 calon, bisa menerima, maka proses selanjutnya adalah proses lamaran / Khitbah, dan untuk hukum2 yang berkaitan dengan khitbah, silakan cari sendiri ya…

8. kalau sudah dilamar, proses berikutnya adalah, tadaaaa : MENIKAAAH…yatta!! :P

kalo anda tertarik , silakan baca tulisan saya yang berjudul : tentang walimatul ‘ursy hehehe



Naaah , berhubung semua proses sudah selesai, mari kita berdoa, agar kita semua yang sudah punya niat, diberikan kemudahan untuk melalui semua prosesnya, dan dibimbing Allah agar tidak salah dalam melangkah…. Amiin

SAY YES TO TA’ARUF, NO TO PACARAN !

Buat yang pengen tahu lebih banyak, silahkan baca buku (beli di www.al-ilmu.com) ato ikut ta’lim ato dengerin kajian yang shahih ^^

Salah satu buku tuntunan nikah yang saya punya, dan menurut saya paling lengkap berjudul "Risalatu ila Ar-Rusain" diterjemahkan menjadi "Kado untuk kedua pengantin" ….cari di www.al-ilmu.com juga ada hehe

gambar diambil dari :

http://dokterkafi.wordpress.com/2009/10/03/

http://rgesit.blogdetik.com/category/kabarmadura/

http://fachry.wordpress.com/2008/10/22/amor-vincit-omnia/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar