Minggu, 13 Februari 2011

Zack: Melawan Sejak Masih Muda

Dibalik semua aroma kemarahan yang mampu membuat para penggemarnya beraksi liar tersembunyi seseorang yang berniat untuk mengubah keadaan dunia. Dia adalah Zack De La Rocha yang terlahir dengan nama Zacarias Manuel De La Rocha. Ia dilahirkan di daerah Long Beach, California pada tanggal 12 Januari 1970. Kedua orang tuanya, Beto dan Olivia memutuskan untuk berpisah karena perbedaan keyakinan agama saat Zack masih berumur satu tahun.

Beto De La Rocha pada saat itu adalah seorang seniman mural yang memperjuangkan eksistensi kaum chicano atau peranakan Meksiko-Amerika lewat karya-karya mural mereka di dinding-dinding kota Los Angeles bersama teman-temannya yang tergabung ke dalam kelompok yang juga didirikan olehnya, “Los Four”. Sementara ibunya, Olivia tinggal di Irvine untuk mengejar gelar PhD di jurusan Antropologi, Universitas California. Pada saat itu, Irvine, lingkungan dimana Zack tinggal semasa kecil bukan merupakan lingkungan yang terdiri dari berbagai macam ras dan budaya.


Pada tahun 1983, Beto menderita gangguan jiwa yang serius, yang menjadikannya sebagai seorang penganut Kristen yang fanatik. Ajaran Injil yang sangat ketat kemudian menjadi bagian dari keseharian hidupnya. Salah satu perintah Tuhan, "Thou shalt not make engraven image," diartikannya sebagai alasan untuk berhenti melukis dan menghancurkan seluruh hasil karya lukisnya. Tak lama kemudian, ia kemudian memutuskan untuk keluar dari kelompok ”Los Four”, yang mana ia dulu termasuk salah satu pendirinya. Di rumah, Beto kemudian menjadi seorang yang obsesif, memaksa Zack yang selalu mengunjunginya pada setiap akhir pekan untuk melakukan ritual keagamaan bersamanya. Zack kemudian dipaksa untuk menyepi di suatu kamar yang gelap dan berpuasa selama berhari-hari. Ia juga dipaksa untuk ikut menghancurkan lukisan-lukisan dan mural-mural buatan ayahnya yang disenangi oleh Zack kecil. Pada akhirnya, Zack tidak tahan dan memutuskan untuk kabur dari Beto, dan mulai saat itulah Zack tinggal secara seterusnya bersama ibunya.



Semasa Sekolah Menengah, Zack selalu dihantui oleh krisis identitas yang ada pada dirinya. Sebagai kelompok minoritas Chicano di lingkungan yang sebagian besar kulit putih meninggalkan meninggalkan bekas yang mendalam dalam diri Zack. Ia seringkali mendapat perlakuan tidak adil baik dari para teman-temannya maupun dari para guru-guru. Guru olahraganya bahkan pernah seringkali berkomentar yang bernada rasis kepada Zack, bahwa dengan seorang meksiko-amerika adalah orang yang bodoh dan sebagainya.

Zack pernah berkomentar mengenai masa kecilnya:


"I remember sitting there, about to explode. I realized that I was not of these people. They were not my friends. And I remember internalizing it, how silent I was. I remember how afraid I was to say anything"


Namun demikian, Zack selalu berusaha untuk merubah pandangannya mengenai dirinya sendiri dalam mengatasi masalah dalam lingkungannya:


" I told myself that I would never be silent again. I would never allow myself to not respond in that type of a situation - in any form, anywhere"



Pada masa ini Zack mulai mengajak teman-teman sekelasnya untuk menyadari keadaan sosial mereka dengan mengajak mereka ke Chiapas untuk melihat situasi yang dialami mereka di sana.

Depresi yang dialami Zack semasa kecilnya, membuatnya terpengaruh untuk memakai obat-obatan dan terlibat dalam sejumlah kenakalan remaja.

Inspirasi musik yang membuatnya sadar dan mendorongnya untuk terjun ke dalam dunia musik pertama kali datang dari band ”Sex Pistols” dan “Bad Religion”. Kemudian ia, bersama Tim Commerford membentuk band straightedge “Hardstance”, dimana ia mengambil posisi gitar dan vokal.

Setelah itu, ia mulai membentuk band profesional pertamanya “Inside Out”, namun karena salah satu anggota keluar untuk menjadi biksu, band tersebut bubar.

Selepas Inside Out, Zack mulai terpengaruh oleh musik-musik Hip-hop dan mulai menyanyi rap freestyle di klab-klab malam. Ia merasa bahwa dengan Rap, ia dapat menyalurkan semua kegundahan hatinya yang dideritany semenjak masa kecil. Ia mulai dapat mengekspresikan kemarahannya beserta seluruh pesan-pesannya secara efektif melalui musik rap. Sampai suatu ketika, Tom Morello, terkesima dengan penampilan Zack, dan mengajaknya membentuk Rage Against the Machine.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar