Rabu, 13 Mei 2015

komunitas gagal dari sebuah ambisi tentang loyalitas

ini hanyalah tentang komunitas berbendera merah putih dan lambang hitam di tengahnya, sebuah lambang abstrak yang kalian akan paham jika kalian adalah TEMANKU !! INI TULISANKU TENTANG KEGAGALANKU !!


Merantau , suatu saat dimana aku berada jauh dari negeriku, temanku, kebangganku, loyalitasku, dan semua yang ada dalam hidup ku.
Bermula dari sebuah iseng iseng belaka saat aku lagi #kangentribun saat di perantauan. Kangen suasana hangatnya bernyanyi bersama, riuhnya sorak sorai, canda tawa, suka dan duka mendukung tim sepakbola kebanggaan ku berlaga. Dan takkan terlupa pastinya, enak tidak enaknya sebuah lompiya. :)

Berawal dari sudut tribun di stadium paroi nonton negeri sembilan fa, bertamu di stadium bukit jalil untuk menonton selangor fa, mulai bergabung dengan ultras selangor di shah alam dan mengikuti away selangorday bersama mereka ke negeri lain di malaya.

Hingga ke sebuah titik puncak pentas dimana aku ingin membuat sebuah wadah/komunitas temen2 suporter yang ada di #invansimalaya. Karena kegagalan melihat suporter indonesia untuk bisa bersatu suara tanpa membeda2kan asal usul dan warna atribut kedaerahan demi mendukung timnas indonesia raya. Khususnya di wilayah tanah malaya.

Awal keinginan ini ADA saat menjelang waktu gelaran aff2012. Mungkin karena aku terlalu baru, aku juga masih punya temen sedikit tentunya di golongan suporter2 disini. Saat itu aku sudah kenal beberapa teman dari komunitas bonek malaysia, viking malaysia, kediristi malaya, dan beberapa temen ultras gresik yang sama2 merantau di malaysia.

Tapi ini bukan cerita tentang mereka. Ini hanyalah cerita ku, tentang kegagalan ambisiku atas sebuah komunitas loyalitas untuk sepakbola negeri para leluhurku. Tanah air orang tua ku.

Disini aku nggak bisa nyebutin nama, komunitas atau tempat "itu". Bukan karena salah atau aku takut "mereka" tau. Tapi saat ini, komunitas yang aku impikan itu GAGAL ! jauh dari apa yang seharusnya aku harapkan. :'( dan aku si pecundang satu darah ingin menuliskan cerita gagal itu.

Sejak pergelaran aff berakhir, aku sudah mengajak dan mendoktrin 2 sahabat karibku untuk tau "INILAH DUNIAKU" dunia suporter sepakbola. Aku memilih mereka karena mereka berasal dari tempat yang sama dengan orang tuaku.

Setelah beberapa pertandingan bola kami tonton dan sedikit banyak ilmu yang kurasa cukup. Dan mereka sudah ku yakin paham. Aku ingin mereka menjalankannya. Mengumpulkan anggota, membuat atribut dan meluaskan apa yang seharusnya dilakukan seorang suporter WALAU JAUH DARI TEMPAT SENDIRI sekalipun.

Waktu pun berjalan. Komunitas pun terbentuk. Anggota pun sudah ada dan mulai semakin bertambah. Kuanggap lumayanlah untuk sebuah komunitas baru yang mungkin SELAYAKNYA asing bagi mereka. Atribut pun di buat dan di sebarkan. Aku pun hanya bisa mengikuti, memahami dan sedikit mengatur mereka secara tidak langsung.

Ketika kuyakin mereka sudah cukup kokoh sebagai sebuah komunitas. Aku membiarkan mereka menjalan kan dan mengatur nya sendiri. Bukan karena aku lepas tangan. Tapi dari mereka2 yang di komunitas itu AKU TIDAK BISA SEDIKITPUN membuat mereka paham apa tujuan awal jalan komunitas itu. Mungkin mereka punya cara tersendiri.

Tapi semakin setelah setahun berlalu dan mereka sudah bisa merayakan anniversary nya yang pertama. Disitu aku benar2 merasa gagal. Banyak hal yang aku saran kan TIDAK DIGUBRIS SAMA SEKALI.

X komunitas dengan anggota yang yang tidak paham apa itu suporter. SUPORTER yang seharusnya berkumpul untuk mendukung sepakbola lokal dan negara. Tapi mereka untuk tim kebanggaan pun tidak jelas.
X tidak tau siapa pemain2 dalam tim. Sejarah tim. Waktu2 tim akan ada pertandingan. Dan tidak ada niat sedikitpun berusaha untuk sekilas melihat atau mencari informasi saat tim kebanggaan bertanding.
X tidak paham apa arti sesungguhnya sebuah ATRIBUT. Atribut bagiku adalah sebuah kebanggaan tersendiri. SERAGAM PERANG yang seharusnya kita bangga mengenakannya untuk menjaga KEBANGGAAN. Bukan untuk ajang pamer dan narsis doang !!
X nama komunitas yang kulihat tak ada kebanggan untuk kalian pertahankan nama baiknya. Malah tercoreng di bagian lain yang tak ada sangkut paut dengan sepakbola.
X waktu berkumpul yang sia sia. Seharusnya kalian bertukar cerita tentang tim, pemain, chants/lagu yel2, transfer, liga dan apapun yang berhubungan dengan komunitas dan tim kebanggaan. Bukan hanya KOAR KOAR tentang foto narsis atribut baru, banner atau malah saling menggunjing dan menebar kebencian ke pihak lain.
X hampir tergelincir di jurang #GENGSTERisasi dan malah nama kalian lebih vokal di dunia foya foya anak gaul di perantauan !!! Jika untuk olah raga kalian tak ada jiwa dan raga. Tapi jika untuk rutinitas foya foya kalian akan selalu ada sepenuh jiwa raga waktu dan isi dompet !1!
X konflik dalaman , memperebutkan tahta, untuk siapa yang paling EKSIS. Untuk sebuah ATRIBUT YANG LEBIH TERKENAL. Untuk siapa uang lebih mentereng di dunia maya. SALING TUSUK DAN SALING MENJATUHKAN SATU SAMA LAINNYA. PADAHAL KALIAN MASIH DALAM SATU NAMA.

Aku hanya bisa mengakui. KALIAN ADALAH SKETSA RUSAK yang seharusnya menjadi sebuah LUKISAN INDAH di perantauan.

Dan kini pun kalian sangat melempem dari apa yang seharus nya ku ambisikan. Aku sangat merasa gagal. Gagal untuk mencari teman yang kuperlukan jika suatu saat ada pertandingan yang kita harus hadir disitu. Gagal untuk mencari suara lantang yang akan kita teriakkan bersama. Gagal untuk bergandengan di tribun dimana kita akan berdiri selama 90+ bersama.

Aku hanya bisa menulis rima ini. Sajak sebuah kegagalan ku. Mengakui bahwa sebuah ambisi tanpa perjuangan, loyalitas, cinta dan harga diri adalah SIA SIA.

Jika untuk kebanggaan tanah air orang tua ku saja gagal, apakah mungkin aku bisa membuat komunitas untuk tanah air dimana aku di besarkan. Kadang disitu aku PESIMISTIS untuk membuat komunitas ULTRAS GRESIK KORWIL MALAYA. Tak perlu di ceritakan ini hanyalah mimpi dan ambisi yang mungkin akan gagal untuk selanjutnya.

Semoga kelak kalian bisa menjadi lebih baik dengan cara kalian sendiri. Walau jauh dari apa yang KITA BERSAMA INGINKAN.

Salam hangat dariku -pecundang satu darah- 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar