Rabu, 01 Oktober 2014

IMKL (INDONESIA METALHEAD KUALA LUMPUR) : Mengeratkan Metalhead Antar Negara

IMKL (INDONESIA METALHEAD KUALA LUMPUR) : Mengeratkan Metalhead Antar Negara

  • 1
  • (0 votes)
    IMKL: Mengeratkan Metalhead Antar Negara
    Bahasa Jawa berseliweran di kuping saya dan terdengar aneh. Aneh bukan karena bahasanya, melainkan bahasa tersebut (dengan yang logat medok) tersebar bertaburan pada suatu event metal di Kuala Lumpur, Malaysia. Tak cuma bahasa, mereka juga mengenakan kaos ben-ben metal Indonesia (seperti Death Vomit, Jasad, Siksakubur, Tengkorak, Turbidity, dll) membuat saya merasa berada di negeri sendiri. Mereka yang saya maksud adalah anak-anak IMKL (Indonesian Metalhead Kuala Lumpur). Sebuah wadah bagi pecinta musik metal anak Indonesia yang berdomisili di Malaysia.
    Dalam rangka selebrasi 1 tahun komunitas IMKL, Valist  Entertainment memprakarsai acara Burn in Flame 2 pada 22 Desember 2013 yang menampilkan unit slamming guttural asal Bandung, Turbidity sebagai headlinernya. Yang juga menarik akan visi/misi IMKL adalah, mereka justru membuka ruang kesempatan bagi ben-ben metal menengah Indonesia (bukan yang terkenal tapi potensial) untuk tampil di negri Jiran tersebut. Belum lagi, antusias IMKL begitu tinggi. “Pokoknya, siapapun ben Indonesia yang main ke Malaysia, kita (IMKL) pasti datang,” ujar Ayup, salah satu anggota komunitas IMKL, dengan semangat.
    Keberadaan IMKL ini bukan bermaksud mengkoloni negeri tetangga, justru sebaliknya; “kami ingin mempersatukan antar metalhead Indonesia dengan Malaysia,” kata Jay Gothor—seorang valis (baca: pengembara) asal Tegal yang telah menetap di Malaysia selama 9 tahun. Untuk mengenal lebih jauh tentang IMKL, Jurnallica bertemuramah dengan pengasas (baca: pendiri) komunitas tersebut. Setelah menyimak wawancaranya, semoga ben-ben Indonesia dapat membuat jaringan dengan mereka. Dan yang terpenting, bangunlah komunikasi. Komunikasi adalah kekuatan!

    Bisa ceritakan apa itu IMKL (Indonesian Metalhead Kuala Lumpur)?
    IMKL (Indonesian Metalhead Kuala Lumpur) adalah sebuah wadah bagi orang Indonesia yang suka musik metal yang berada di Malaysia. Sebagai wadah silaturahmi juga. IMKL berdiri tanggal 28 November 2012. Awalnya itu gua sebagai owner Valist Merchandise yang menjual merchandise sama kawan-kawan di sini. Karena mereka susah dapat merchandise ben-ben metal Indonesia, akhirnya gua berpikir kenapa nggak gua bikin sendiri dengan beberapa koneksi dan kawan-kawan di Indonesia yang sudah tahu tentang lisensi ben yang original dengan segala rulesnya. Akhirnya gua buat Valist Merchandise pada April 2012. 
    Sampai November 2012, gua ketemu sama customer yang the real metal; yang ingin headbangmoshing bareng-bareng. Waktu itu, 28 September 2012 ada event Devadata, gua undang ana-anak IKML, eh yang dateng seratusan. Gua kaget. Akhirnya, kenapa nggak gua buat sebuah komunitas aja.
    Sejauh ini sudah berapa banyak yang tergabung dalam IMKL?
    Jumlah sebenarnya nggak bisa dihitung ya. Kalau di grup Facebook IMKL sekitar seribuan lebih. Itu seribu data statistiknya walaupun kesehariannya nggak segitu.
    Mereka (IMKL) itu berasal dari Malaysia bagian mana saja?
    Kalau yang semalam datang sih kebanyakan datang dari Johor, Melaka, Perak. Tiga bagian itu yang banyak IMKL-nya.
    Kalau status anak-anak IMKL sendiri di Malaysia itu sebagai apa?
    Kayak gua sendiri dan mereka sebenarnya pekerja. Kalau bahasa brutalnya, bisa dibilang TKI lah. Memang kita (TKI) di sini niatnya kerja tapi karena kecintaan kita pada musik metal kita bikin IMKL. Yang antusias sama musik metal, yah gabung sama kita. Kita welcome aja siapa yang mau masuk. Yang penting saling menghormatilah sesama metalheadIMKL punya prinsip: nggak ada yang baru, nggak ada yang lama. Di sini kita nggak ada ketua, nggak ada anak buah. Kita semua sama. Jadi kita jalan bareng-bareng. Kalau gua cuma sebagai pendiri aja bukan ketua. Karena kerjaan gua bisa dibilang paling senggang lah. Tiap minggu gua libur. Kalau mereka minggu ada yang tetap kerja.
    Sebelumnya IMKL sudah mengundang Death Vomit dan Turbidity. Kalau kalian mengundang ben metal Indonesia itu berdasarkan apa?
    Kita ngambil ben Indonesia ini rembuk bareng-bareng. Dengan standar, ben ini slow lah masalah payment. Enak lah untuk bekerjasama. Trus, skill dan kemampuannya sudah terbukti dari comment teman-teman metalhead yang lain.
    Kita ngambil ben Indonesia ke Malaysia ini yang belum terlalu terkenal. Bukan ben seperti Jasad, Burgerkill, Trauma. Mereka di sini (Malaysia) sudah terkenal. Jadi, EO orang Melayu pun sudah pasti ngundang mereka. Kalau kita justru ingin membantu ben-ben Indonesia ke Malaysia juga. Untuk mempromosikan musik mereka.
    Kalau acara Burn in Flame itu sebenarnya apa? Apa acara ini trademark dari IMKL? Lalu, apakah acara ini berjalan secara periodikal?
    Kenapa namanya 
    Burn in Flame”? Kalau dalam bahasa Indonesia artinya Terbakar dalam Api”. Karena itu diambil dari filosofi bahwa kita mau membakar semangat kita terhadap musik metal. Acara ini rencananya memang berlanjut sampai kapan pun selama kita mampu bikin acara. Tapi, untuk jangka waktunya kita nggak bisa menentukan. Karena kita lihat kondisi keuangan, venue di sini, dan alat-alatnya.
    Kita bikin acara Burn in Flame ini secara mandiri. 
    Do it yourself lah. Kita ngumpulin dana bareng-bareng, baru bikin acara. Memang nggak ada sponsor. Karena komunitas IMKL ini kebanyakan anak-anak brutal death. Bisa dibilang 70% genrenya brutal death. Tapi kita nggak cuma ngundang ben brutal death doang. Burn in Flame 3 rencananya ben black atau gothic Indonesia yang kita akan ketengahkan. Karena kita inginnya adil.
    Tapi kalau anak non-metal yang ingin bergabung IMKL untuk mengundang ben punk atau hardcore, gimana?
    Itu kita rekap aja. Tapi untuk headliner tetap kita ambil yang metal Indonesia. Kalau untuk opening act kita terbuka aja. Kayak Burn in Flame 2 kita ambil semua genre; metalcore, grindcore, black metal, brutal death. Karena kita nggak mau dibilang diskriminasi. Seperti komunitas lain (di Malaysia), yang suka thrash bikin acara thrash sendiri. 
    Yang suka black metal, gitu juga.
    Kalian mengadakan acara tanpa sponsor. Sebenarnya kalian memang nggak minat atau belum ada dukungan dari pihak Malaysia sendiri?
    Untuk sponsor ini sebenarnya gua sendiri nggak punya koneksi. Itu aja.
    Tapi di sini acara memang nggak boleh sponsor rokok yah?
    Rokok memang nggak boleh. Paling kalau acara hardcore/metalcore sponsornya clothingan (Macbeth, dll). Tapi metal kebanyakan DIY lah. Seperti Rockway Festival, trus konser Lamb of God yang kemarin di-cancel itu DIY juga.
    Kalau nggak ada event, apakah ada pertemuan sesama IMKL?
    Kita ada jadwal sih. Kalau sebulan nggak ada gig kita kumpul untuk mengeratkan tali silaturahmi.
    Sebenarnya kehadiran IMKL sendiri bagi orang-orang asli Malaysia gimana tanggapannya? Apa ada clash juga?
    Wajar kalau ada yang pro dan kontra. Yang kita lihat sih banyak yang pro daripada kontranya. Jadi, kita ambil positifnya aja. Bahkan, karena ada IMKL ini gua sendiri bisa lihat EO yang asli Malaysia banyak ngundang ben Indonesia. Seperti minggu depan, ada 5 ben Indonesia yang ke sini. Jadi, gua harap tahun 2014 akan lebih banyak lagi EO-EO di sini yang ngundang ben Indonesia. Secara nggak langsung IMKL ini memajukan industri metal Indonesia juga untuk pergi ke Malaysia.
    Apa planning IMKL ke depan? Ada yang ingin ditambahkan?
    Sebenarnya kita menggalang dana fokus untuk bikin eventTapi dana itu juga bukan hanya untuk eventJadi, kalau teman kita ada yang sakit atau tertimpa masalah, kita pasti tolonglah. Karena di IMKL ini kita sudah seperti keluarga. Jadi, sama-sama tolonglah kalau ada yang tertimpa masalah.
    Untuk metalhead Indonesia dan Malaysia, tetap support sesama scene kita. Karena kita di metal sama-sama keluarga. Untuk IMKL-nya, gua ucapin selamat ulang tahun yang ke-1. Semoga tambah solid dan kompak. Keep brutal, man.

    [Untuk ben-ben metal Indonesia yang ingin menggelar tur ke Malaysia, mungkin dapat berkooperasi dengan komunitas IMKL agar mempermudah eksekusinya. Komunikasi lebih lanjut bisa hubungi 
    jay_gothor@yahoo.com.]
    Redaksi

    Jurnallica adalah webzine progressif berbasis di Jakarta yang mengulas musik dalam dan luar negeri, review, gallery foto, serta video dan liputan konser. Redaksi menerima kiriman naskah, fotografi, press release dan event yang berkaitan dengan perkembangan musik terkini. Untuk kerjasama lebih lanjut kontak ke info@jurnallica.com (08568005156)
    - See more at: http://jurnallica.com/writing/band/item/921-imkl-mengeratkan-metalhead-antar-negara#.Uy60T6jZavd

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar