Rabu, 08 Oktober 2014

Serangan Musik Grindcore


Obscene
Musik apabila di kotak-kotakan tentunya akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat banyak. Karena pada kenyataannya musik memiliki beberapa jenis yang mewakili para pecintanya. Musik memiliki unsur-unsur yang mewakili dari setiap genre yang dibawakan, entah itu pop, jazz, blues atau pun grindcore sekalipun.
Grindcore adalah sebuah genre musik yang muncul pada awal hingga pertengahan 1980-an. Musik ini adalah gabungan dari beberapa musik ekstrim seperti death metal, musik industrial, dan beberapa variasi hardcore punk. Walaupun gaya musiknya yang amat sangat tidak disukai, pengaruh grindcore menyebar ke pelosok dunia musik, terutama power violence, avant-garde jazz, musik industrial yang sangat komersil dan genre-genre nu metal.
Grindcore atau sering disingkat sebagai Grind telah berkembang sesuai perkembangan dunia musik. Musik ini dicirikan dengan distorsi yang padat, tempo yang cepat, blast beat pada drum, dan penggunaan growl dan scream yang tinggi pada vokal. Sedangkan dalam tema lirik, para band Grindcore biasanya berfokus pada hal yang terkait dengan politik dan sosial, Subject benda baik itu yang hidup ataupun yang mati, dan Black Humor.
Sekilas materi dari musik grindcore hamper sama dengan musik mdeath metal, namun ada salah satu pembeda yang bisa menjadi tolak ukur untuk membedakan musik grindcore dengan musik lain yaitu : durasi waktu yang dimainkan.
Grindcore pada umumnya memiliki durasi yang sangat pendek, tidak lebih dari dua menit. Seiring berjalannya waktu musik grindcore menghasilkan perubahan atau memiliki beberapa sub-genre yang lain, misalkan : Goregrind, Deathgrind, Noisegrind, dan Pornogrind. Subgenre ini muncul dari band yang memiliki label yang mencari alternative baru yang menyimpang dari standar musik Grindcore tetapi masih ada kaitannya untuk menghasilkan sisi komersial yang tinggi.
Pada tahun 1980-an Genre musik ini berkembang selama pertengahan tahun 80-an di Inggris oleh salah satu band grindcore yang pernah singgah di Indonesia Napalm Death. Nama “grindcore” diperkirakan di ucapkan oleh mantan drummer Napalm Death, Mick Harris. Ketika di tanya tentang istilahnya, dia mengatakan sebagai berikut:
“Grindcore came from “grind”, which was the only word I could use to describe Swans after buying their first record in ’84. Then with this new hardcore movement that started to really blossom in ’85, I thought “grind” really fit because of the speed so I started to call it grindcore”
napalm death
Napalm Death telah berhasil meracuni para metalheads dunia dengan musiknya yang energik, selain itu keberhasilan Napalm Death diikuti oleh band-band hebat lainnya seperti : Carcass, Terrorizer,Lividity, Pig Destroyer, dan masih banyak lagi.
Di Indonesia lahir beberapa band grindcore berbahaya diantaranya Noxa, Dead Vertical,Raja singa, Hellbombs, Kontra Sosial, Extreme Decay dan masih banyak lagi.
NOXA
Indonesia patut berbangga pada salah satu band grindcore tanah air yaitu Noxa. Pada 2010, nama Indonesia harum di salah satu festival musik ‘bawah tanah’ di Eropa. Band beraliran grindcore asal Indonesia, Noxa, mengibarkan Merah-Putih di Obscene Extreme Festival 2010. Lewat musik dan syair-syairnya, Noxa menghipnotis para pemuja musik cadas pada festival musik grindcore terbesar di dunia tersebut. (@zalizhali)
Noxa
Sebagai informasi Festival musik grindcore terbesar di dunia Obscene Extreme Festival pada tahun 2013 ini akan berlangsung di Indonesia. Bertempat di bumi perkemahan Ragunan yang akan berlangsung pada tanggal 6-7 april 2013.
Obscene Extreme Festival

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar