Jumat, 03 Juli 2015

Memori Sepak Bola Anak Negeri . oleh kholili indro

Memori Sepak Bola Anak Negeri . oleh kholili indro

Melihat ke Belakang Untuk Melangkah Maju



Tim Super Persib Bandung.
FINAL 1994/1995 :

Tanggal : 30-7-1995
Team : Persib vs Petrokimia 1-0
Pencetal gol : Sutiono (76')
Wasit : Zulkifli Chaniago
Persib : Anwar Sanusi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana (Y)(62'), Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Kekey Zakaria, Yudi Guntara/Asep Sumantri (51'), Sutiono, Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana (29')
Petrokimia : Darryl Sinerine, Lutfi, Sasi Kirono, Setio Budiarto (51')(R)(53'),Khusaeri, Eri Irianto (Y)(6'), Andi Setiono/Arifin (77'), Zainul Arifin, Widodo C. Putra, Suwandi HS, Jaksen F. Tiago (44')

Topscorer Keseluruhan: Peri Sandria (Bandung Raya) 34 goal (37 pertandingan).
Pemain Terbaik: Widodo Cahyono Putra (Petrokimia Putra)


 ini sepertinya waktu pertandingan semifinal lawan Barito Putra pakde. karena gak ada Yadi Mulyadi di starting eleven. Yadi Mulyadi di pertandingan Final yang mematikan pergerakan Jacksen Tiago sepanjang pertandingan

Jadi ingat gol bersihnya Jacksen.....

emifinal inipun persib menang kontroversial dari Barito Putra, ketika wasit menganulir gol Dasrul Bachri dari Barito Putra. 

Kangen masa masa perserikatan dulu, kalo ada pertandingan n tdk bs ke stadion cukup mndengarkan lewat radio



KENANGAN GELORA 10 NOPEMBER: Bagi penggemar sepak bola yang dulu rajin nonton di Gelora 10 Nopember tentu tidak hanya mengenang sepak bolanya. Tapi juga makanannya. Ada banyak makanan yang dijajakan di tribun, dan bisa dinikmati sambil nonton bola. Ada sate ayam yang dijual ibu asal Madura ini, lumpia, ayam goreng, suwike, Kare kambing dan lain-lain. Semuanya terasa nikmat, apalagi kalau tim kesayangan menang. Semoga kawan-kawan sehat semua.




.LOLOS: bek Petrokimia Putra Setyo Budiarto mensliding Suchin Phanpraphas (Rajpracha Ucom Thailand) dalam Piala Winners Asia pada 28 Oktober 1995. Petro menang 3-2 (0-1) di Stadion Petrokimia. Tiga gol Petro dicetak Zainul Arifin (76', dan 78'), dan Orret Pratenscast (84'). Gol Rajpracha dicetak Suchin P (15'), dan Prapot Tangrom (80'). berkat kemenangan ini Petro lolos ke Perempat Final dan bertemu tim Jepang Bellmare Hiratsuka pada 13 dan 28 November 1995. Petro kandas di babak ini karena di Jepang kalah 0-6, dan cuma imbang 1-1 di Gresik.
TIM PETROKIMIA: Darryl Sinnerine (g), Lutfi/Arifin (61'), Sasi Kirono, Suwandi HS, Khusaeri, Andy Setiono/Setyo Budiarto(35'), Fachry Husaini, Neng Syaifullah, Widodo C Putra/Orret Pratencast (62'), Zainul Arifin, Eri Irianto.


di pertandingan ini Petro meminjam bintang timnas Fachry Husaini pada rekan sesama BUMN Pupuk kaltim

Fachry memang khusus dipinjam Petro dari PKT untuk ajang Piala Winners Asia ini . bisa dibilang luar biasa perjuangan Petro. di babak Pertama (32 besar) petro dapat bye karena lawannya mengundurkan diri sehingga otomatis lolos ke babak 16 besar alias perdelapan final bertemu dengan wakil Thailand Rajpracha FC. di leg1 di Thailand lewat pertandingan yg seru Petro kalah 4-5. dan dibalas 3-2 di gresik pada leg2. agregat 7-7 namun petro lolos karena memasukkan gol di kandang lawan lebih banyak. sayang di perempat final (8 besar) tak mampu menahan keperkasaan Bellmare Hiratsuka yang akhirnya jadi Juara.
  

.Inilah sebagian pilar-pilar Petrokimia Putra Gresik pada Liga Indonesia (dunhill) pertama. Moment ini terjadi pada 1 Agustus 1995
Alm Setyo Budiarto, Alm Eri Irianto, Suwandi HS dan Zainul Arifin .rendiana putera


.Carlos de Mello saat membela Petrokimia Putra dijepit dua pemain Gelora Dewata dalam laga Liga Dunhill, 15 Juli 1995 di Stadion Petrokimia Gresik. Petro menang 2-0 melalui gol Zainul Aifin (39') dan Widodo C Putro (54')
PETROKIMIA PUTRA: Darryl Sinneine (g), Lutfi, Sasi Kirono, Suwandi HS, Khusaeri, Rubianto/Andi Setiyono (88'), Eri Irianto, Zainul Arifin, Carlos de Mello, Widodo C Putra, Jacksen F Tiago/Neng Sayaifullah (46'). GELORA DEWATA: Yanuar Hermansyah (g), Yanto Imam, Ashari, Mbog Nyetam, Kadek Suwartama, Budi Ratmono, Arizona Hamadi/Freddy Muli (66'), Nus Yadera, Ida Bagus Mahayasa, Vata Matanu, I Wayan


Alfonso Abel Campos gak main. satu pemain dari Gelora Dewata 1994-1996 yang masuk timnas Angola di Piala Afrika 1996

.Laga Arema melawan Petrokimia Putra di Stadion Petrokimia Gresik dalam Liga Dunhill Indonesia. Pemain Arema Sunardi C (kiri) berebut bola dengan pemain asing Petro Wesley Webb.




PANSER GIRI MENGGILAS SINGO EDAN - 2 gol Neng Syaifullah dan 1 gol Widodo C Putro bikin petro mulai unjuk gigi. Petrokimia putra gresik vs arema malang 3-0 (jawa pos, juni 1996). -preview pertandingan wilayah timur Liga Indonesia II

.Pemain sepak bola zaman dulu dengan sekarang apa sudah berubah "lebih baik"? Foto kenangan para pemain Gelora Dewata memprotes wasit Ngadiman Asri dari Sumut saat menghadapi Persebaya di Gelora 10 Nopember pada 1994. Dalam laga ini Persebaya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui tendangan penalti di menit-menit akhir. Keputusan wasit yang memberikan penalti inilah yang memicu amarah pemain Gelora Dewata


(POTRET POSITIF SUPORTER SURABAYA ERA LALU)
- Suporter Surabaya menghalau sesama suporter Surabaya yang mencoba mengganggu jalannya pertandingan derby Jatim antara Persegres vs Persebaya di Std. Petrokimia, Gresik dalam pertandingan Wilayah Timur Divisi Utama Perserikatan PSSI 1993/94 pada 22 Januari 1994.


pertandingan ini juga ada suporter mabuk yg jadi bulan-bulanan suporter lainnya gara-gara bermaksud melempar wasit dengan batu malah terkena rising star persebaya dr PSSI primavera, nurul huda.

ini yang harusnya diteladani oleh suporter surabaya khususnya dan suporter se indonesia pd umumnya di jaman sekarang. menjadi suporter yg tertib dan sportif demi menjaga kondusifitas pertandingan. meski yg melakukan kawan sendiri haruslah di ingatkan.


PSM Makassar 1995-1996 diperkuat pemain asing terbaik pada masanya. dari kiri: Jacksen F Tiago, Darryl Sinerine, Luciano Leandro, dan Marcelo Novo. PSM tampil di final dan dikalahkan Mastrans Bandung Raya 0-2

pertandingan ini berakhir rusuh gara-gara ada sekitar kurang lebih 100 suporter PSM nekad datang ke stadion Petrokimia, Gresik dengan atribut serba merah. kalau gak salah ingat dari kelompok ISM (Ikatan Suporter Makassar). padahal jaman itu bisa dibilang belum seperti sekarang dunia suporternya. belum lazim bisa diterima suporter tim tamu oleh suporter tim tuan rumah apalagi ini lintas pulau. dan apalagi kalau musuh bebuyutan. setiap suporter tim kota lain adalah lawan. apalagi PSM bisa dibilang adalah musuh bebuyutan tim asal Surabaya saat itu. dan tim" asal Surabaya saat itu adalah ikon bagi warga jatim. begitu pemain di lapangan mulai memperagakan permainan keras dan berujung tawuran antar pemain, segera saja kerusuhan pun meledak. suporter petrokimia menyerbu suporter PSM di tribun VIP dan melempari pemain PSM di lapangan. pemain dan suporter PSM sampai harus diamankan aparat dan petugas ke tengah lapangan lalu dimasukkan mobil panser untuk dapat keluar dari kepungan suporter tuan rumah di stadion. kalau gak salah Dandim Gresik saat itu juga sampai terluka kena lemparan batu. sempat jadi headlines juga peristiwa ini saat itu..



para wartawan sedang mencari selamat dari hujan batu di Stadion Petrokimia Gresik dalam pertandingan Persegres melawan Persema.

Ini pertandingan Wilayah Timur terakhir Divisi Utama perserikatan tahun 1992. Arek-arek Suroboyo mengamuk menyerbu Gresik di partai pamungkas Persegres-Persema gara" pemain" Bledhug Ijo ditawur pemain persema di match sebelumnya di Gajayana. misinya mendukung Persegres agar mengalahkan Persema biar persema gagal lolos ke senayan dan yg lolos Persegres. Alhasil Persema ditekuk Persegres 0-1 dan gagal lolos. pemain persema dilempari dan harus naik panser. mobil pak Agil atau pak dahlan iskan juga ringsek gara-gara diinjek suporter suroboyo yg mengejar bus persema waktu datang ke stadion. mobilnya diparkir di depan stadion. itu berita di Jawa Pos besoknya. halaman 1 Surabaya Pos malah gambar arek-arek Suroboyo nggandol trailer panjang ke gresik. jaman itu saya langganan semua koran mulai jawa pos pagi, surabaya pos sore, Bola dan kompetisi




Ini adalah tim Sepak bola Jatim pertama yang mampu menjuarai PON. Tepatnya PON XIII (1996). Tim ini seperti membuka sejarah, karena setelah ini dalam dua PON berikutnya Jatim mampu tampil sebagai juara dengan pemain dan pelatih yang berbeda.



Dua striker top pada eranya bergabung dalam tim Petrokimia Putra; Widido C Putra (kiri) dan Jacksen F Tiago (kanan) di Liga Indonesia I

persebaya di surabaya dihajar 1-5, di gresik kalau gak salah kalah 1-3. Jacksen dan carlos tak terbendung..


semua foto ini di copy dari akun facebook milik pak kholili indro. https://www.facebook.com/kholili.indro

dan komen2 dari akun lain, terutama dari pak aguz al fatih . https://www.facebook.com/aguz.elangmapuche?fref=ufi

https://www.facebook.com/kholili.indro/media_set?set=a.3726776648341.2136457.1243666240&type=3

terimakasih telah merekam sejarah sepakbola indonesia. untuk cerita anak cucu kita kelak. semoga sepakbola indonesia ke depannya lebih baik dan berprestasi. amin

jaya forza indonesia raya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar