Jumat, 31 Juli 2015

konterkultur.com Saya Benci Nazi, Tapi Saya Jauh Lebih Benci Zionis Israel!

Saya Benci Nazi, Tapi Saya Jauh Lebih Benci Zionis Israel! (1)

 

KONTERKULTUR–Nazi, yang selama ini dikenal sebagai partai asal Jerman yang dipimpin diktator bernama Hitler memang terkenal kesadisannya. Meskipun mereka memang nyata-nyata melakukan praktik rasisme terhadap etnis Yahudi dan bersalah atas pembantaian yang telah mereka lakukan, tapi seringkali kaum Yahudi diseluruh dunia yang punya kedekatan dengan media-media massa berskala internasional melakukan pemberitaan yang dilebih-lebihkan.
Dalam tulisan (yang tidak tuntas) ini, saya tidak akan membahas tentang bagaimana konspirasi Yahudi dalam menghegemoni masyarakat dunia untuk simpati kepadanya atas pembantaian oleh Nazi yang mereka namai dengan istilah “holocaust”, namun saya lebih membahas pada kesamaan-kesamaan antara Nazi (jika memang kalian anggap sebagai pembantai massal yang kejam) dengan zionis Israel yang saat ini sedang menduduki tanah jajahan milik Palestina.
Sub-kultur punk, pada awal kemunculannya di tahun 70-80an, sebagian ada yang masih terkontaminasi dengan ideologi rasis ala Nazi yang sering mereka sebut dengan istilah Neo-Nazi. Bahkan Sid Vicious, salah satu personel band punk legendaris di Inggris, Sex Pistols, pun suka sekali menggunakan atribut dengan simbol swastika ala Nazi ditubuhnya.
Sid Vicious, Sex Pistols menggunakan lambang Nazi (filmdrunxx.approx.com)
Sid Vicious, Sex Pistols menggunakan lambang Nazi (filmdrunxx.approx.com)
Di awal-awal kemunculan sub-kultur skinhead pun demikian, banyak yang melakukan rasisme sebagaimana yang dilakukan Nazi. Mereka bergerombol layaknya gank, dan memukuli siapapun yang tidak mereka sukai. Ideologi rasis yang mereka usung itu dianggap suatu kejahiliyahan bagi para skinhead (non-rasis), yang kemudian muncul-lah istilah bonehead yang dilekatkan kepada kaum yang mengaku skinhead namun mengusung ideologi neo Nazi tersebut.
Saat ini, dimanapun berada, jika ada scene punk/hardcore yang hidup subur disana, pasti mayoritas adalah penentang keras ideologi rasisme yang diusung Nazi maupun Neo-Nazi. Kebencian punk terhadap Nazi seperti sudah menjadi kewajiban mutlak bagi siapapun yang mengaku dirinya punk. Ini karena dasar-dasar pemikiran anarkisme yang melekat pada punk mengharuskan mereka membenci keras setiap praktik rasisme dimuka bumi. Menurut mereka, tidak ada satupun manusia dimuka bumi ini yang bisa memilih untuk dilahirkan menjadi ras tertentu. (Di poin ini saya merasa lucu, karena pernyataan itu terdengar sangat religius sekali. Seolah punk begitu mengimani adanya takdir dari Allah Swt-pen).
Namun landasan kebencian punk kepada ideologi Nazi tidak hanya didasari dari prinsip-prinsip itu saja. Mereka juga terdorong berpikir demikian karena hampir seluruh punk meyakini bahwa selama ini Nazi memang melakukan pembantaian sekitar 5,6 sampai 5,9 juta orang Yahudi sebagaimana yang diceritakan dalam sejarah yang disebut tragedi “Holocaust” itu.
Padahal benarkah yang terjadi demikian? Benarkah sedahsyat itu pembantaian yang dilakukan Nazi kepada orang Yahudi di Uni Soviet ketika itu? Coba kita sedikit bicara tentang sejarah.
Pada musim semi di tahun 1941, Nazi memulai aksinya membantai kaum Yahudi di Uni Soviet yang dianggap sebagai sumber hidup Bolshevisme. Saat itu orang-orang Yahudi diperintahkan untuk menggali liang kuburnya sendiri lalu seketika ditembak mati ditempat. Aksi sadis itu meluas sampai ke Polandia dan Serbia, masih ditahun yang sama.
Menurut pemberitaan-pemberitaan yang mainstream, kamp-kamp pembantaian untuk kaum Yahudi saat itu dibangun di daerah Auschwitz, Dachau, dan Bergen-Belsen. Konon, kamp itu dilengkapi kamar gas dan tungku yang besar, yang digunakan untuk membunuh orang-orang Yahudi. Menurut cerita yang beredar, beberapa orang Yahudi yang dimasukkan ke dalam kamar gas itu akan dialiri gas Zyklon-B, sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, kemudian mereka mati keracunan.
Tapi apakah cerita-cerita tentang pembantaian itu benar-benar terjadi?–bersambung



Tentara Nazi berbaris didepan Hitler
Tentara Nazi berbaris didepan Hitler

Saya Benci Nazi, Tapi Saya Jauh Lebih Benci Zionis Israel! (2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya..
KONTERKULTUR–Apakah cerita-cerita tentang pembantaian Nazi kepada Yahudi itu benar-benar terjadi sedahsyat itu?
Ternyata, pada 1964, salah seorang korban holocaust yang selamat bernama Paul Rassinier menerbitkan buku berjudul “The Drama of European Jews” yang isinya justru mempertanyakan apa yang diyakini masyarakat dunia tentang Holocaust selama ini. Dalam bukunya itu, dirinya mengaku bahwa faktanya tidak ada kebijakan pemusnahan massal oleh Nazi terhadap Yahudi. Dirinya juga mengatakan bahwa isu tentang kamar gas itu tidak ada, dan jumlah korban yang jatuh pun tidak sebesar jumlah yang selama ini diyakini masyarakat dunia.
Bukan hanya Paul Rassinier yang menyangkal, Arthur Butz pun demikian. Dirinya menulis buku berjudul “The Hoax of the 20th Century: The case against the presumed extermination of European Jewry” pada tahun 1976 dan mengklaim bahwa gas Zyklon-B tidak digunakan Nazi untuk membunuh manusia (yahudi) melainkan untuk proses penghilangan bakteri pada pakaian.
Winston Churchill juga menuliskan 6 jilid karya monumentalnya yang berjudul “The Second World War” tanpa menyebut tentang program Nazi untuk membantai orang Yahudi. Begitu pula dengan Eisenhower menuliskan memoarnya berjudul “Crusade in Europe”, juga tidak menyebut sama sekali tentang tragedi kamar gas yang populer itu.
Buku-buku yang mengungkap kebohongan Yahudi tentang Holocaust
Buku-buku yang mengungkap kebohongan Yahudi tentang Holocaust
Lalu mengapa punk begitu membesar-besarkan kekejaman Nazi? Mengapa punk begitu phobia dengan kehadiran segelintir gank-gank konyol yang mengaku penganut Neo-Nazi?
Berapa banyak band-band punk didunia ini yang menggembor-gemborkan kebencian terhadap Nazi lewat lagu-lagunya. Sampai band sekelas Dead Kennedys pun bisa naik daun karena lagu “Nazi Punk Fuck Off”-nya atau Milisi Kecoa dengan lagu “Swastika Mewakili Dirimu”-nya.
Menurut pengamatan saya, para punk mewarisi kebencian terhadap Nazi adalah karena dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah: Pertama, ada kemungkinan para punks di Barat adalah berdarah Yahudi. Sehingga mereka punya dendam pribadi dengan Nazi. Cobalah cek, garis keturunan para personel band-band punk bule itu, kalian akan menemukan garis keturunan Yahudi pada sebagian dari mereka. Kedua, ada kemungkinan mereka hanyalah korban media massa yang notabene merupakan sarana paling utama yang dimiliki kaum Yahudi untuk menguasai dunia. Di media-media mainstream, penerbit buku-buku sejarah, semuanya dikuasai oleh orang-orang Yahudi untuk kepentingan pencitraan mereka sendiri. Sebagian punks yang gencar meneriakkan anti-Nazi biasanya juga korban hegemoni media yang dilakukan kaum Yahudi.
Jikalau Nazi benar-benar melakukan pembantaian sebagaimana yang diceritakan dalam buku-buku sejarah itu, kemudian seluruh punk berbondong-bondong untuk meneriakkan kebenciannya terhadap parti pimpinan Hitler itu, tetap saja saya pribadi merasakan kejanggalan yang luar biasa besar. Pertanyaan terbesar saya adalah, apakah mereka tidak pernah membuka mata untuk melihat tragedi-tragedi sejarah yang jauh lebih dahsyat dari holocaust yang sedang terjadi hingga saat ini, dan didalangi oleh orang-orang Yahudi zionis di Palestina?! Apakah telinga mereka tidak pernah mendengar bahwa sampai detik ini diseluruh media massa sedang memberitakan kekejaman yang jauh lebih buruk dari holocaust sedang berlangsung di Gaza?! Dan sadarkah mereka bahwa ini semua adalah ulah kaum yang bernama Yahudi!!!
Jika para punk yang membenci Nazi dengan alasan yang obyektif bahwa Nazi adalah pembantai yang tidak berperikemausiaan, maka seharusnya mereka lebih membenci negara yang bernama Israel! Mengapa?? Karena jelas-jelas fakta tentang Holocaust sangat diragukan kebenarannya, sedangkan fakta-fakta tentang pembantaian yang dilakukan Israel kepada muslim di Palestina setiap hari ditayangkan didepan mata!! Yang punya otak pasti bisa menangkap logika sederhana ini!
Iya, saya setuju bahwa ada beberapa bukti yang menunjukkan Nazi telah memperlakukan Yahudi demikian buruk, kejam, dan bengis. Nazi juga pernah memberlakukan pencabutan hak-hak Yahudi, penawanan di ghetto, kerja paksa, penyitaan harta benda dan deportasi dari Jerman. Tapi itu tidak cukup untuk menandingi urgensi kita untuk membenci Zionis Israel yang jauh lebih brutal dan sadis dari Nazi!
Akhir kata, isu tentang kebencian terhadap Nazi ini tentu saja menguntungkan bangsa Yahudi, yang telah jelas-jelas menyusun kebohongan besar untuk mengelabuhi masyarakat dunia untuk simpati kepada mereka dan mengasihani mereka untuk berbuat apa saja di tanah Palestina. Mereka sok merasa menjadi korban kemudian menuntut tanah Palestina, kemudian meminta ganti rugi kepada Jerman, dan meminta dana pembangunan dari negara lain. Seharusnya punk tidak lagi terkecoh dengan tipu daya semacam ini.
Maka sebagai punk, saya meyatakan diri bahwa saya membenci rasisme yang dilakukan Nazi, tapi saya jauh lebih benci kepada zionis Yahudi yang jauh lebih rasis dan jauh lebih sadis daripada Nazi!!*[]
Oleh: Aik

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar