Kamis, 16 September 2010

Tabir Ulu, 27 Maret 2010 (kudedikasikan monolog ini buat sahabat2ku yang berhasil melompati waktu..)

Bintang kita bersinar malam ini, Sobat..


langit masih menggantungkan bulan di dadanya
berkalungkan gemintang
masih serupa seperti yang kita lihat sekian tahun yang lalu

saat malam indah
berlantaikan tanah
kau dan aku
(ya, ini tentang kita sobat!)
sama-sama kita menyulam mimpi
kala itu
lalu kita menuliskan cerita kita
di bebukitan

kau bercerita:
Sekian tahun kedepan
Akulah bintang besar itu
(kau tunjukkan sebuah bintang Timur yang bersinar terang)
: dan hari ini berhasil kau buktikan

detik berikutnya
giliranku yang bercerita:
Suatu saat nanti, aku akan menjadi bintang yang itu
(kutunjukkan sebuah bintang kecil)

''lho kok bintang kecil?'' tanyamu
''meskipun kecil, ia tetap berusaha menyinari jagatraya'' ucapku

kita terdiam sesaat
masih menatap warna langit
Sebelum kemudian hujan melunturkan bintang kita
malam itu

*********

Malam ini..
Sekian tahun berlalu
Bintang kita kembali bersinar, sobat!
masih di dada langit yang sama

Bintangmu terlihat besar dan bercahaya
Bintangku masih saja kecil dan redup

masih di langit yang sama
saat kita menuliskan cerita kita di bebukitan
malam itu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar