Jumat, 16 Juli 2010

curhat

sekian lama bersama.

kalau aku menelpon…artinya aku kangen,ingin dengar suara kamu.

kalau aku mengirim message…artinya aku ingin diperhatikan kamu.

kalau aku usil komentarin kamu,….artinya aku nnyari pembicaraan sama kamu.

kalau aku kadang bersikap gag jelas sama kamu…..artinya aku lagi cari-cari perhatian kamu.

kalau aku marah-marah sama kamu….artinya aku ingin di hati kamu cuma aku.

kalau aku ngambek sama kamu….harusnya kamu curiga karena aku gak pernah ngambek selama ini.

kalau aku mulai cerewtin kamu….aku ingin kamu tahu aku gag mau dicuekin.

kalau aku diam saat sama kamu….artinya aku bingung dengan persaanku sendiri,dan ingin di yakinkan oleh kamu.

kalau aku selalu ingin kamu bilang i love you…artinya aku ingin tahu perasaan kamu.

tapi kamu gag pernah ngerti itu.

Rata2 wanita kalo bilang tidak belum tentu tidak.




Andai saja hati ini tidak pernah kau lukai, mungkin aku masih mampu berharap, akan ada cinta mu yang tersisa untuk bahagia kan aku, namum nyatanya,,,, qta memiliki kisah yang tak indah, cinta yang tak sama dan hati yang terbelah,,,, itu mampu jatuhkan aku lemah tanpa daya, nangis tanpa air mata, dan luka tak berjejak,,,, aku terluka, aku tersakiti sehingga tak lagi ku yakini akan ada getar dalam hidup saat melihat mu, atau sanjungan manis akan cinta, rasa dan asa.

Aku rapuh saat ku tahu kau miliknya dan rasa mu adalah miliknya, aku jatuh saat kau pergi untuk mencarinya yang sempurna untuk hidup mu, apakah itu ada?????
Aku tak menyalahkan mu apalagi sampai membenci mu…. mungkin semua terjadi karna kehendakNYA, mungkin kamu yang terlalu indah untuk aku dapatkan, aku hanya sisa yang hanya mampu terdiam dan tersadar…….

“MAAF JIKA AKU BERMIMPI UNTUK JADI BAGIAN HIDUPMU”



Aku tidak pernah membayangkan bahkan berharap bahwa semuanya akan seperti ini. Kamu hadir disaat aku benar-benar membutuhkan semangat baru, teman baru dalam hidupku ketika itu. Kini… kamu pergi disaat aku membutuhkan semangat itu lagi, dukungan, serta doa untuk sebuah moment penting dalam hidupku. Aku juga tahu tidak ada yang salah dengan semua ini karena aku memang telah sendiri. Tapi kamu???..

Sampai sekarang aku masih belum bisa memastikan bahwa apa yang aku rasakan tidak akan menyakiti hati perempuan-perempuanmu. Aku memang tidak mengenalmu dengan pasti, tapi aku cukup tau siapa dan bagaimana kamu…

Awalnya aku memang tidak terlalu larut dalam suasana ini, tapi kamu selalu membuatku berharap atas semua ini. Namun satu yang pasti dan selalu kusadari, kamu benar2 mahkluk berjenggot yang sulit dimengerti. Hari ini kau membuatku merasa beruntung karena mengenalmu. Tapi kemarin, kau membuatku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Seolah-olah kau masih bersama dengan perempuanmu. Selalu seperti itu dan berulang.

Satu ketika, entah dengan siapa aku chatting tapi aku tau itu ID kamu dan masih ku ingat dengan jelas kalimat “aku pacarnya…”.

Gleeekkk…..!!!!

Apa-apaan ini??.. dan tak selang berapa lama, kamu bilang akan menghilang untuk sementara. Oh..,, betapa bodohnya aku ini..!!!

kenapa baru sekarang aku tersadar saat aku telah mencoba untuk percaya bahwa kamu telah berubah…

Kenapa kamu tega melakukan semua ini??.

membuatku terluka setelah kau memberiku harapan…

Aku benci dengan semua ini.!!! Semua tentangmu telah membuatku kehilangan banyak waktu hanya untuk berpikir tentang hal-hal bodoh…

Cukup dengan semua ini..!!! Aku tak ingin mempermainkan perasaanku sendiri…

“Jangan membuatku banyak berharap jika kamu memang tak pernah berniat….”





Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah kata pun, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: “Hari ini temanku telah memukul aku !!!”

Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak pula berkata apa-apa. Setelah berdiam-diaman beberapa saat, ya …dasar-anak- anak, mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari berkejaran, karena tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai menangkap binatang.

“Aduh…. Tolong….Tolong! ” ia berteriak kaget minta tolong. Temannya segera menengok ke dalam lubang dan berseru, “Teman, apakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu.” Bergegas anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pohon.

“Teman, aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan kulemparkan ke kamu. Tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang.”
Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil dikeluarkan dari lubang dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, “Terima kasih, sobat!” Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu, “Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku.”

Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan, “Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?”

Anak yang di pukul itu menjawab sabar, “Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak.”

“Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat.”


“Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, sungguh melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci itu tidak sengaja melakukan bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia. Memang benar…. bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita tuliskan di atas pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk berbahagia. Sebaliknya.. . tidak melupakan orang yang pernah menolong kita, seperti tulisan yang terukir di batu karang. Yang tidak akan pernah hilang untuk kita kenang selamanya.”




Jika kau kini telah menyesal bertemu dan mengenalku, maka jangan salahkan aku. aku juga gak tau kenapa demikian, kenapa ku diperkenalkan dan dipertemukan denganmu.

Jika dulu tak kau paksa aku bicara jujur, mungkin aku gak menjadi pengganggu mu, dan aku tak kan sakit karenamu. Karena aku akan pergi jauh-jauh.
Tapi…. biarlah semua jadi jalan untukku untuk menuju jalan yang lebih baik lagi kedepannya. Aku tak ingin menyesalinya, tapi jika kau menyesalinya, sesalilah dirimu sendiri yang menyuruhku jujur padamu.

aKu merasa di permainkan perasaanku dan aku merasa di bohongi. Dulu kau katakan “jangan beritahu dia jika aku kembali” lalu kau katakan lagi “dia tau no hp ku yang sekarang dari tmn nya” lalu kau bilang lagi “bukan urusanmu, kamu gak boleh tau” ketika ku tanya kenapa kamu putus dengannya. ku bilang “bukan gara2 aku kan?” dan kau jwb ” gak boleh tau”

Dari jawaban2 itu tersirat bahwa kamu putus dengannya. Makanya kupikir begitu keadaannya. tapi entahlah apa terus kemudian nyambung lagi setelahnya atau gmn, aku gak tau pastinya. yang tau ya kamu dan dia.

Kalau memang tidak putus, ya tidak perlulah kalimat-kalimat tersirat itu kau ucapkan padaku. kalimat itu menjadi ambigu kan…

Aku Enggak suka di persalahkan sepenuhnya!!!

Lalu apa lagi yang akan jadi alasanmu klw kau tidak pernah mengatakan itu.

Aku merasa telah dibohongi, dan kamu mempermaikan perasaanku. Padahal kamu pernah bilang kalau “tak ada niat sedikitpun kamu untuk mempermainkan perasaanku” masih inget kah dengan kalimat ini???

Jadi gini ya setelah tau siapa aku, kecewa kah???

Aku tahu ku takkan bisa
menjadi seperti yang engkau minta
Aku tahu dia yang bisa
menjadi seperti yang engkau minta. (Chrisye_seperti yang kau minta)








"Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya." Kadang2 itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi. Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu" [al-baqarah : 216]

"Hiduplah seolah-olah apa yang kita miliki hanyalah hari ini saja. Kemarin telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, sedangkan hari esok belum tentu tiba. Rentang kehidupan kita hanyalah satu hari, seolah-olah kita dilahirkan di awal hari itu dan akan mati di akhir hari itu pula."

"Sungguh, Dia itu dekat ketika kita dekati, Dia itu Maha Mendengar ketika diseru, dan Dia menjawab ketika diminta, maka rendahkanlah diri anda dihadapan-Nya dan memohonlah kepada-Nya dengan setulus hati. Ucapkanlah terus menerus nama-Nya yang penuh berkah dan katakan kepada-Nya hanya Dia yang berhak untuk disembah."
"Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [Luqman : 27]

"Jagalah Allah niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu, kenalilah Allah di waktu lapang niscaya Dia mengenalmu di saat sulit. Ketahuilah apa yang luput darimu tidak bakal mengenaimu dan apa yang mengenaimu tidak bakal luput darimu. Ketahuilah bersama kesabaran ada kemenangan, bersama kesusahan ada jalan keluar dan bersama kesulitan ada kemudahan" (HR. Tirmidzi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar