Kamis, 08 Juli 2010

Sahabatku di Malam Kelabu

Dalam peluk dekap lamunku
terbuai hanyut ku dalam kabut lalu
Lewati dimensi ruang dan waktu
kembali ke masa dulu

....
Sembilan tahun lewat sapaku....
Hadirmu dalam gubukku
Sambutku sahabatku....
Kau bawa diam seribu bisu
lidahmu kelu tahan perih kecamuk hatimu..

Kutahu tapi kutergugu
Sepatah ucap kutunggu terburu-buru
Tersungging senyum menahan tangismu
Kau ragu... dan gagu...

Kawan ada apa denganmu???
Segaris tipis senyum getir tersungging untukku
Seribu misteri berarak dalam pikirku

Hatiku tahu tapi tercekat membisu..
Hey kawan....
Sedihmu tulari getirku...
Tawamu adalah ceriaku...

Dan...
Ucapmu mendesah pelan ragu-ragu
Ku jengukkan telinga tuk tangkap suaramu
Antarku ke tukan jahit baju...ujarmu
Tuk jemput Jasku yang kupesan pekan lalu...

Kubercanda menggodamu....
Dugaku...prasangkaku....
Jangan...jangan kau mau tempuh hidup baru...
Tanggap sepi lempar cakapku
Seribu bisu dalam bibirmu....
Paling muka sembunyikan air matamu....

....
Malam terasa panjang tanpa batas waktu
Sisakan segudang tanyaku dalam pikirku
Hingga pergimu tinggalkanmalam kelabu

Sekian masa telah berlalu
Tersadar ku maksud hadirmu malam itu
Kau bissikkan kata-kata dalam kalbu...
Tapi ku tak mendengarmu...
Ku tuli tanpa mengerti dan mendengar jeritanmu...

Di belia muda usiamu....
Itulah hari penentuanmu...
Jelang perkawinan...yang tak ada dalam benakmu....
Terbungkus rahasia pesta untuk anak SMU...
Buah jejak langkah yang keliru

Di malam kelabu itu...
Arti hadirmu padaku...
Mohonkan doa restuku...
Sahabat...saudara.... tercintmu...
Ucapkan perpisahan tanpa kata-kata dari bibirmu...
Hari perkabungan tuk masa mudamu...

Bagaimanapun kau tetap sahabat sejatiku...

(http://www.kemudian.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar