Senin, 05 Juli 2010

Untuk Bulat Duniamu..

Kau bilang duniamu itu bulat, persis seperti bola yang mudah menggelinding kesana kemari. Aku bilang duniaku bentuknya kotak persis seperti kubus yang hanya bisa diam di tempat mana dia diletakkan & hanya pindah ketika ada yang memindahkan. Kau menertawakanku terbahak-bahak, “Mana mungkin dunia itu kubus!”. Hei, tapi coba kau lihat, duniaku memang kubus. Lagi-lagi kau tertawa, bahkan kali ini lebih keras.


Aku termenung, mulai memikirkan. Kami sama-sama punya dunia. Tapi dunia kami bentuknya berbeda. Seringkali kami berbeda kata menyikapi hal-hal yang terjadi di dunia kami. Ah ya, baiklah.. mungkin karena aku belum sempat mengasah sudut-sudutnya, hingga nantinya tampak bulat seperti duniamu ya..


Kau hanya diam saat melihatku mengikir & mengasah sudut-sudut kubus duniaku. Ya, lihatlah, setidaknya aku mencoba membulatkan duniaku. Kupinta kau untuk melihat sejenak dunia yang ada di tanganku, menggunakan kacamataku. Dan kaupun mulai mengajariku mengasah sudut-sudut kubusku dalam kesabaran pangkat tujuh..


Ya.. aku tahu, akan butuh ribuan pangkat kesabaran dan tenaga yang besar untuk membuat duniaku sebulat duniamu. Namun toh, jika itu semua terlalu sulit & mahal bagimu, yang kupinta hanya satu.. sebuah pengertian..



* sebuah perenungan dari curhat seorang teman *



gambar pinjam dari sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar