Jumat, 16 Juli 2010

pesan untuk adinda ku terkasih

Dinda Terkasih,


Entah kenapa begitu melihatmu keluar dari YM, hatiku sakit. Aku bisa terima kalau kita tak bisa berbuat apa-apa untuk keadaan seperti ini. Kecuali hanya menjalani dan berserah. Semuanya pasti bertujuan, entah apapun itu.

Aku iri pada sikapmu yang bisa menyingkapi masalah ini dengan tenang dan logis. Mungkin kini aku yang butuh waktu untuk memahamimu, serta semua ini. Pasti, hari-hariku akan terasa berat. Dan aku tak mau membuatmu, sengaja apa tidak sengaja, menjadi terbeban karenanya. Yang pasti kau tahu adalah aku mencintaimu sampai akhir hayatku. Dan, tak bosan-bosan aku katakan--aku menunggumu kapanpun kau mau kembali. Itu juga termasuk jika kau tak ingin kembali lagi.

Kini aku paham, melihatmu bahagia adalah perjuangan termegahku. Mengetahui kau baik-baik saja, tanpa ada perasaan bersalah yang mengganggu, serta dilindungi Tuhan kita dalam perjalananmu, adalah doaku. Kau itu sangat berharga, Sayang. Dan, maaf jika telah memintamu berbohong.

Aku akan tetap menyanyi tentangmu, tentang kita. Selamanya.

Jangan iba melihatku begini. Aku tahu konsekuensinya dan siap menerima sepahit apapun itu. Aku pun terus berharap semua akan kembali, tapi tidak untuk membuatmu kehilangan orang yang juga kau sayang, selain aku. Aku berterima kasih atas waktu-waktu kita. Kenangan itu sangat berharga untukku, Fisca.

Kini aku tahu betapa sosokmu sangat berharga untukku. Dan rasa kehilangan itu ternyata pedih sekali. Sampai-sampai bisa membuat berhenti menangis. Tak lagi bisa menangis.
Sedikit aku tahu bahwa kau mendapat pengharapan dari orang yang menyayangimu. Dia mendukungmu. Aku ikut bersuka, sebab saat ini, dialah orang terbaik untukmu.

Pedih memang rasanya kehilangan itu. Kuharap aku tak membuatmu kacau hanya karena pesan yang tak bisa kuucapkan secara langsung ini.

Begitu kau baca, sadarlah bahwa saat ini, aku sudah kehilanganmu dan kau juga sudah kehilangan aku. Mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hidup kita masing-masing. Aku tak berani mempertanyakannya.

Aku takkan berusaha menghentikanmu dan seperti itu juga yang harus kau lakukan. Tegaslah, kadang waktu kita tak banyak lagi.

Tapi, ingat. Jika kau butuh apapun itu, jangan segan dan menjadi tak enak hati meminta padaku. Aku selalu ada untukmu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar