Kamis, 13 November 2014

Manajemen Gresik United Didemo Ultrasmania


Laga lawan Sriwijaya FC menjadi bukti, jika performa buruk ini tidak dikarenakan sosok pelatih kepala, namun lebih dikarenakan oleh buruknya pengelola manajemen.

LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI   GRESIK    
Pasca kekalahan dari Sriwijaya FC dengan skor 4-3, manajemen Gresik United langsung didemo oleh para suporternya. Mereka yang tergabung dalam Ultrasmania, meminta pertanggung jawaban CEO PT Persegres Jaka Samudra selaku pengelola Gresik United, Soesanto Tjahjo Kristiono.

Begitu pertandingan usai, ratusan Ultrasmania langsung menuju pintu keluar stadion bagi pemain dan official di Stadion Petrokimia, Jumat (1/3). Mereka meneriakkan yel-yel, untuk menurunkan CEO PT Persegres dari jabatannya. Di antara mereka, ada juga yang membawa spanduk bertuliskan “Turunkan CEO Persegres, Bang Anton” dan “Ada Apa dengan manajemen”.
Nama Bang Anton yang dimaksud, tidak lain adalah Soesanto Tjahjo Kristiono. Mereka menilai, setiap penentuan kebijakan menyangkut kepentingan tim yang dilakukan, tanpa melibatkan dan sepengetahuan Ultrasmania.
“Sebagai suporter, kami merasa tidak pernah dilibatkan dalam rembug apapun. Seperti halnya soal pemecatan Suharno sebagai pelatih kemarin, kami malah tahunya dari media. Dan lebih parahnya lagi, penentuan kebijakan itu dilakukan dengan cara polling kepada para pemain,” ujar Ketua Umum Ultrasmania Ludiono, kepada para wartawan.
Mereka seakan tidak puas dengan rentetan hasil buruk Gresik United, yang dicapai pada beberapa pertandingan akhir. Ia pun menjelaskan, bila laga lawan Sriwijaya FC menjadi bukti, jika performa buruk ini tidak dikarenakan sosok pelatih kepala, namun lebih dikarenakan oleh buruknya pengelola manajemen.
“Ini kan aneh (soal polling kepada Suharno, red)? Sebab ada 20-an lebih pemain saat ini, dan yang mengisi starter itu kan cuma 11 orang, pasti banyak yang setuju dengan pemecatan itu. Dan itu sudah pasti,” jelasnya.
Pemecatan kepada Suharno, dinilai oleh Ultrasmania terlalu prematur. Sebab banyak indikasi lain, yang harusnya menjadi barometer performa skuat Gresik United di lapangan. Dan salah satu yang mereka utarakan, lebih dikarenakan kurang komunikatifnya pihak manajemen dengan pelatih dan para pemain.
“Gimana komunikasi mau lancar, wong dia-nya saja nggak pernah ikut mendampingi tim saat latihan. Kalau sudah begitu, gimana mau tahu perkembangan para pemain dan kondisi tim terkini. Jadi, kenapa harus Suharno yang dikorbankan?” beber Ludiono.
Ultrasmania berharap, ke depan mereka lebih dilibatkan dalam setiap penentuan kebijakan tim, termasuk mengenai penentuan pelatih kepala Gresik United yang baru. Mereka juga berharap, ada komunikasi yang baik antara suporter dan pihak manajemen.
“Ada baiknya, kami juga lebih sering diajak ngumpul dan ngobrol bareng. Sebab bagaimanapun, tanpa suporter tim juga tidak akan jalan. Kami hanya berkeinginan, yang terbaik bagi tim,” tuturnya.
Anton sendiri sudah meninggalkan stadion, sejak laga Gresik United kontra Sriwijaya FC memasuki babak kedua. Sehingga Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang menyaksikan pertandingan, didapuk menemui para suporter.
“Saya hanya sebatas menjembatani aspirasi mereka saja, sebab saya sekarang tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum. Sebagai Presiden Kehormatan klub juga bukan, karena saya tidak pernah terima SK-nya (Surat Keputusan). Jadi untuk konfirmasi lebih lanjut, silahkan langsung berhubungan dengan tim manajemen saja,” elak Sambari.
Sejak dikalahkan Mitra Kukar 3-1, performa Gresik United memang tidak stabil. Mereka memang berhasil menahan imbang Persija Jakarta 2-2 di Stadion Manahan Solo, tapi selanjutnya mereka dibabat PSPS Pekanbaru 0-2, dikalahkan Pelita Bandung Raya 0-1. Dan terbaru, mereka takluk atas Sriwijaya FC. (gk-43)

http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2013/03/03/3795646/manajemen-gresik-united-didemo-ultrasmania

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar