Selasa, 18 November 2014

Suporter-Suporter Yang Melupakan Sejarah

Suporter-Suporter Yang Melupakan Sejarah

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com
Purwo Adi Utomo.
Lazuardi.
Rangga Cipta Nugraha.
Dani Maulana.
Anda masih mengingat nama-nama itu ? Juga peristiwa yang terkait dengan diri mereka ? Sekaligus apakah hal tersebut  mampu menjadi sesuatu makna, bahkan pegangan prinsip Anda sebagai suporter sepakbola Indonesia ?
Purwo Adi Utomo, pelajar klas III SMK Negeri 5 Surabaya, tewas terinjak-injak dalam peristiwa kerusuhan suporter Bonek versus aparat keamanan seusai laga Persebaya melawan Persija Jakarta dalam lanjutan IPL di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambak Sari, Surabaya (3/6/2012).
Lazuardi (29), Rangga Cipta Nugraha (22) dan Dani Maulana (16) darahnya mengalir meresapi bumi setelah dianiaya suporter Persija Jakarta usai laga klasik yang panas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dalam lanjutan ISL, Minggu (27/5/2012) di stadion Gelora Bung Karno.
lazuardi bin yahya
Tetapi apakah Anda juga masih ingat nama  Suhermansyah ? Beri Mardias ?  Juga nama Fathul Mulyadin ?
Boleh jadi Anda tidak lagi mengingat siapa mereka. Boleh jadi semua nama-nama di atas mungkin dalam hitungan minggu atau bulan, langsung menghilang  selamanya dalam ingatan publik sepakbola Indonesia. Juga peristiwa yang membuat mereka terenggut nyawanya, akan mudah pula kita lupakan. Apalagi esensinya.
Catatan hitam wajah kita. Bangsa Indonesia, apalagi suporter  dan juga publik sepakbolanya, nampaknya tidak suka atau tidak memiliki tradisi untuk mencatat beragam peristiwa sepakbola yang terkait dengan diri masing-masing.
Masihkah Anda ingat nama Mursyid Effendi, si pelaku sepakbola gajah dalam perempat-final Piala Tiger 1998, 31 Agustus 1998, di Hanoi, Vietnam ? 

Peristiwa hitam itu terjadi ketika tim Thailand yang melawan Indonesia, yang  sama sekali tidak menggubris etika dan  roh olahraga itu sendiri, yaitu sportivitas, dengan justru berusaha mati-matian agar tim mereka memperoleh kekalahan pada akhir  pertandingan. Tujuannya, agar mereka terhindar  untuk bertemu dengan  tuan rumah di semi-final. 

Saat skor menunjukkan 2-2 pada masa perpanjangan waktu, pemain Indonesia, Mursyid Effendi, sukses menembak ke arah gawangnya sendiri. Kiper Indonesia saat itu tidak berusaha menepis. Tetapi justru banyak para pemain Thailand  yang berusaha menjaga gawang timnas Indonesia agar tidak kebobolan.
Peristiwa kelam menimpa sepakbola yang paling mutakhir adalah dibantainya timnas Indonesia oleh Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Nasional Bahrain (29/2/2012) . Skornya : 10-0.  Publik sepakbola dunia, khususnya Asia, menilai  pertandingan di Stadion Nasional Bahrain itu merupakan lelucon terburuk di era sepak bola modern sekarang ini.
Ada lima catatan  terkait “lelucon buruk” itu, antara lain : Indonesia menurunkan skuat muda di kualifikasi Piala Dunia, wasit memberi penalti untuk Bahrain saat laga baru berusia tiga menit, wasit mengganjar kartu merah untuk kiper Indonesia di menit ketiga, wasit menghadiahi penalti untuk Bahrain sebanyak lima kali dan Bahrain mencetak 10 gol.
Jangan amnesia. Sebagai publik sepakbola dan  insan pembelajar yang memiliki kepribadian untuk terus berkembang, hal-hal buruk yang terjadi dalam dunia sepakbola kita tidak seyogyanya mudah untuk kita lupakan begitu saja.
Kita harus mencatatnya. Demikian juga ketika kita merasakan suatu kegembiraan. Kita harus mencatatnya pula. Bisa di buku harian, syukur-syukur di blog, sehingga apa yang kita pikirkan dan rasakan tentang suatu beragam momen sepakbola dalam hidup kita itu dapat diabadikan. Dapat dibagikan.
Kelihatannya tindakan mencatat itu sebagai hal yang kecil, remeh-temeh dan tidak penting. Tetapi di sinilah terletak esensi bila Anda ingin menjadi suporter sepakbola yang tidak melupakan sejarah.
Almarhum Steve Jobs (1955-2011), pendiri Apple dan tokoh visioner, dalam pidatonya yang terkenal di depan wisudawan Universtas Stanford tahun 2005 memiliki tamsil menarik tentang “connecting the dots,” menghubungkan titik-titik. Ia bercerita, sesudah drop out dari kampusnya, Jobs menekuni kursus kaligrafi.
Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya.”

Pribadi naik divisi.  Simpul Steve Jobs : “Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.”
Sahabatku, para suporter sepakbola, bila Anda rajin membuat catatan selama menjadi suporter sepakbola, itulah titik-titik jelas yang akan bermakna bila kelak Anda berhasil menghubung-hubungkannya di masa depan. Anda bebas menuangkan galau atau gelora Anda. Anda dapat melakukan "pembunuhan" sebanyak apa pun terhadap suporter lawan, tanpa Anda atau mereka harus mengalami cedera.

Salurkan energi-energi destruktif Anda dalam bentuk tulisan -- di mana dengan berjalannya waktu ia ibarat kerikil yang menyakiti kerang dalam cangkangnya. Kerikil itu pula yang kelak akan menjadi mutiara.
Tim yang Anda dukung mungkin prestasinya begitu-begitu saja, tetap memble, atau pun meraih juara, tetapi di masa depan itu, percayalah, Anda akan hadir sebagai pribadi dengan kelas yang telah naik sekian divisi.
Wonogiri, 12 Juni 2012
Catatan menjelang memenuhi undangan Kick Andy Show untuk ikut memberikan solusi bagi masa depan dunia suporter sepakbola Indonesia, bersama Mayor Haristanto. Akan ditayangkan Jumat, 22 Juni 2012.

sumber : http://suporter.blogspot.com/2012/06/suporter-suporter-yang-melupakan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar