Kamis, 13 November 2014

Petrokimia Juara lewat Golden Goal

Line
  Senin, 8 Juli 2002


Petrokimia Juara lewat Golden Goal

  • Ilham Jayakesuma Pemain Terbaik
BOLA API: Permainan sepakbola menggunakan bola api dipertontonkan kepada para penonton Final Liga Bank Mandiri VIII di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin. Permainan yang memukau para penonton itu dipersembahkan Pemerintah Provinsi Banten.(Foto:Suara Merdeka/wgm-55t)


JAKARTA - Luar biasa Petrokimia! Lagi-lagi ketinggalan, namun kembali bisa menyamakan kedudukan, bahkan akhirnya memenangi pertandingan. Lewat golden goal (gol emas) yang dicetak pemain asal Prancis Yao Eloi pada menit pertama di awal perpanjangan waktu dengan sistem sudden death, Petrokimia Putra Gresik tampil sebagai juara Kompetisi Liga Indonesia (KLI) VIII.
Pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, semalam, Petro unggul 2-1. Persita memimpin lebih dahulu lewat gol Ilham Jayakesuma ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Petro membalas pada menit ke-72, hasil bidikan pemain pengganti Samuel Chebli.
Di awal perpanjangan waktu, secara tak terduga Petro mencetak gol emas lewat Yao Eloi memanfaatkan bola muntah yang jatuh tepat di hadapannya. Gol penyerang keling ini sekaligus membawa tim Kota Gresik itu menjadi juara untuk kali pertama sejak KLI digelar delapan tahun lalu. Pada 1994, Petro pernah lolos ke final KLI I, namun dikalahkan Persib Bandung.
Pertandingan disaksikan sekitar 30.000 penonton yang mayoritas adalah pendukung Persita. Partai puncak sempat tertunda 35 menit akibat guyuran hujan lebat ketika babak kedua sudah berjalan sampai menit ke-36.
Wasit Purwanto - yang terpilih sebagai wasit terbaik - akhirnya memutuskan pertandingan ditunda, karena hujan deras membuat lapangan tergenang air. Akibatnya, laju bola tak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Sebagai juara, Petro berhak atas Piala Presiden dan hadiah uang Rp 75 juta. Sementara Persita mendapat trofi dari PSSI dan hadiah Rp 50 juta.
Penyerang Persita Ilham Jayakesuma meraih dua gelar sekaligus, pencetak gol terbanyak (dengan 26 gol) dan pemain terbaik. Dia mendapat bonus Rp 50 juta.
Hadiah total Rp 50 juta yang diraih Ilham terdiri atas Rp 30 juta sebagai hadiah pencetak gol terbanyak, dan Rp 20 juta untuk predikatnya selaku pemain terbaik.
Penyerahan Piala Presiden dilakukan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar.
Gol Cepat
Mengandalkan permainan cepat yang disertai kombinasi umpan-umpan pendek, Persita langsung menggebrak sejak kick off. Gol cepat pun bisa dihasilkan Ilham.
Ilham yang mendapat sodoran bola dari Giman Nurjaman, melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau kiper Mukti Ali Raja. Gol ini mendapat sambutan hangat dari suporter Persita yang datang dari hampir seluruh sudut Kota Tangerang, termasuk sejumlah daerah lain dalam wilayah Provinsi Banten.
Setelah unggul 1-0, Persita tampak terlalu percaya diri. Mereka yakin akan jadi juara. Sayang, peluang lain gagal menambah gol.
Memasuki babak kedua, Petro tampil lebih agresif. Lewat manuver yang dilakukan M Jainal Ikhwan, Gatot Indra, dan Yance Katehokang, berkali-kali mengancam gawang Persita yang dijaga Ahmad Kurniawan. Pada menit ke-72, berawal dari kemelut di gawang Persita, Samuel Chebli yang masuk menggantikan Agus Indra berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah tertunda 35 menit akibat hujan lebat, pertandingan dilanjutkan, tapi sampai 90 menit selesai skor masih imbang 1-1.
Dalam extra time yang menggunakan sistem sudden death, akhirnya Yao Eloi yang menggantikan Widodo C Putro menjebol gawang Ahmad Kurniawan, setelah memanfaatkan bola muntah.
Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Ade Manap dan Uci Sanusi (Persita), serta Aries Budi Prasetya (Petro).
Petrokimia: Mukti Ali Raja; Khusairi, Aries Budi Prasetya, Abdul Rozak, Yance Katehokang, Agus Indra/Samuel Chebli, Sony Kurniawan, Sasi Kirono, Gatot Indra, Widodo C Putra/Yao Eloi, M Jainal Ikhwan.
Persita: A Kurniawan; Nugroho, Ade Manap, Olinga Atangana, Giman Nurjaman, Carlos de Mello/Antonius J Balla, Enjang Rohiman, Firman Utina, Uci Sanusi, Zainal Arief, Ilham Jayakesuma. (bn,wgm-59t)

Copyright© 1996 SUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar