Kamis, 13 November 2014

Semifinal Antarklub ASEAN LG Cup 2003, Petrokimia Mengaku di Bawah East Bengal

[Olah Raga]
Jakarta, Pelita



Kubu Petrokimia Putra mengaku kelasnya di bawah klub Kingfisher East Bengal. Namun demikian, juara Liga Indonesia VIII itu takkan gentar menghadapi klub India tersebut pada semifinal Turnamen Antarklub ASEAN LG Cup 2003 di Stadion Utama Senayan Jakarta, hari ini (Kamis, 24/7) mulai pukul 15.30 WIB.

"Dari sisi materi pemain, jelas Petrokimia berada di bawah East Bengal. Mereka juga merupakan tim yang kuat dan mampu menampilkan sepakbola menyerang seperti ketika mengalahkan Persita," kata pelatih Petrokimia, Alexander Sikov di Jakarta, Rabu (23/7).

Walau demikian, Sikov menegaskan, anak asuhnya tidak akan gentar menghadapi juara India tersebut. Apalagi saat ini kondisi fisik dan mental para pemain sedang bagus dan memiliki waktu istirahat lebih sehari dibanding East Bengal.

Menyoal kemungkinan kelemahan yang bakal dimanfaatkan East Bengal, Sikov mengakui dalam timnya masih ada kelemahan di lini pertahanan dan belum solid. Tetapi pelatih asal Moldova tersebut menyebutkan peluang menang kedua tim 50:50.

Sikov juga mengaku lini depan Jainal Ikhwan dan Rivaldo juga belum tampil seperti yang diharapkan. Karena itu, ia berharap kedua pemain tersebut akan mendapat dukungan penuh dari lini tengah yang akan dimotori Danilo Fernando, Agus Indra dan Yance Katehokang yang dinilai Sikov cukup solid. "Dengan kondisi yang ada ini, perjuangan anak-anak untuk bisa melewati East Bengal akan sangat berat," tambahnya.

Sikov juga meminta pemain untuk tidak mengulang kesalahan seperti saat menghadapi Singapore Armed Force (SAFF) di perempatfinal, dimana pemain Petrokimia terlihat terlalu santai di awal pertandingan hingga lawan mampu mencuri dua gol.

"Melawan East Bengal, kami harus bermain cepat dan terus menekan sejak awal karena lawan merupakan tim yang tangguh. Dan kami juga siap meladeni permainan keras mereka," tandasnya.

Sikov juga akan memberikan perhatian khusus kepada pemain depan East Bengal, Baichung Bhutia. Namun demikian dirinya tidak akan menugaskan seorang pemain secara khusus untuk mengawal pemain yang telah mencetak enam gol ini. Sikov percaya dengan kolektifitas pemain belakang untuk meredam serangan lawan.

Harapkan Dukungan

Selain masalah teknis, menurut Sikov, Petrokimia menghadapi masalah dengan bakal berkurangnya pendukung fanatik Petrokimia (Ultrasmania) karena tampil di Jakarta.

"Saat bertanding di Gresik, dukungan mereka membawa dampak positif kepada pemain di lapangan. Dukungan tersebut sangat meningkatkan motivasi pemain untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka di lapangan," katanya.

Masalah ini juga diakui menejer Petrokimia, Imam Supardi. "Karena itu, kami juga berharap tidak hanya didukung Ultrasmania, tetapi kelompok suporter lainnya," katanya.

Sementara kubu East Bengal sendiri mengaku masih buta dengan kekuatan Petrokimia. Pelatih Subash Bhomwick mengaku hanya sekali melihat penampilan Petrokimia saat menyingkirkan SAFF, dan itupun hanya melalui televisi.

"Yang jelas kami harus tampil lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya karena Petrokimia juga merupakan tuan rumah," jelasnya.

Menanggapi lebih diunggulkannya East Bengal dibanding Petrokimia, Subash menjelaskan hal itu sama sekali tak membuat tim asuhannya bisa bermain santai. Apalagi, tambahnya, Petrokimia merupakan juara Indonesia.

"Orang boleh saja mengunggulkan kami, namun semuanya akan ditentukan di lapangan. Dan kami tidak akan terpengaruh walau banyak yang mengatakan kami lebih diunggulkan. Kami tetap akan tampil dengan kekuatan penuh," tandasnya.

BEC-Tero vs Perak FC

Pada semifinal kedua, akan berhadapan antara BEC-Tero Sasana Thailand dengan Perak FC Malaysia. Menghadapi pertandingan ini, kubu Perak FC lebih bersikap merendah dan mengatakan lawannya tersebut lebih berpeluang lolos ke final. Namun demikian, klub Negeri Jiran tersebut berjanji akan tampil sebaik mungkin serta siap membuat kejutan.

"Mereka (Bec-Tero) merupakan lawan yang sangat sulit ditaklukan. Sebagi finalis Piala Champions Asia, mereka merupakan klub terkuat di kawasan ASEAN saat ini. Walau demikian, kami akan sekuat tenaga memberikan perlawanan dan membuat kejutan," jelas asisten pelatih Perak FC, Mohammad Zakaria, kemarin.

Menghadapi BEC-Tero, Perak tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya. Dua pemain yang di babak penyisihan hingga perempatfinal selalu jadi andalan, Indra Putra Mahyuddin dan gelandang Nathakumar dipastikan absen karena harus membela Timnas Malaysia di turnamen FA Premierships Asia Cup menghadapi tiga klub Inggris Chelsea, Newcastle United serta Birmigham City.

Menyoal kasus pemain yang keracunan makanan, Zakaria mengatakan hal tersebut sudah bukan masalah lagi. Menurutnya, kondisi pemain yang terkena diare, demam dan muntah-muntah karena keracunan kini sudah mulai pulih dan siap untuk tampil.

Sedang pelatih BEC-Tero, Attapol Puspakom menilai Perak FC memiliki pemain dengan skill cukup merata dan tak bisa dianggap enteng. Dan timnya tak hanya mendapat tekanan disini (Jakarta) tetapi juga di negerinya sendiri yang berharap BEC Tero yang finalis Piala Champions Asia bisa menjuarai turnamen ini. (vic)

http://www.pelita.or.id/baca.php?id=16497

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar